Wanita Muda Tewas di Warung Mi Ayam Bekasi Usai Bertemu Pria Misterius

Polisi mengungkap kasus tewasnya wanita berinisial K (18) yang diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah warung mi ayam di kawasan Babelan, Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa tragis ini bermula ketika pihak kepolisian menerima laporan melalui layanan 110.

Kapolsek Babelan Kompol Wito menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Menindaklanjuti laporan, petugas kepolisian segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun penyidik, korban berinisial K datang ke lokasi untuk bertemu dengan seorang pria berinisial AK,” kata Kompol Wito pada Senin (14/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, diduga terjadi perselisihan antara pelaku dan korban. Perselisihan ini kemudian berujung pada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban.

“Teriakan dari dalam lokasi sempat didengar oleh saksi yang berada di sekitar tempat tersebut,” terang Kompol Wito.

Saksi yang mendengar teriakan tersebut segera masuk ke dalam lokasi bersama warga lainnya. Mereka kemudian memutuskan untuk menghubungi pihak kepolisian. Berkat respons cepat, pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut berhasil diamankan di lokasi sebelum sempat melarikan diri.

“Berkat penanganan cepat, pria yang diduga terlibat dalam peristiwa itu berhasil diamankan di tempat sebelum meninggalkan lokasi,” tutur Kompol Wito.

Korban segera dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat terselamatkan.

“Setelah sempat mendapat penanganan di fasilitas kesehatan terdekat dan dirujuk ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis,” ucapnya.

Sebelumnya, kasus ini sempat viral di media sosial. Beredar unggahan mengenai seorang wanita berusia 18 tahun yang meninggal dunia usai terlibat cekcok dengan seorang pria di warung mi ayam di Babelan, Kabupaten Bekasi.

Dalam narasi yang beredar, percekcokan tersebut diduga dipicu oleh masalah tarif prostitusi antara pelaku dan korban. Disebutkan bahwa pelaku dan korban awalnya sepakat untuk bertemu melalui sebuah aplikasi pesan singkat. Saat pertemuan berlangsung, terjadi perdebatan yang diduga dipicu ketidaksesuaian antara harga yang telah disepakati dengan jumlah yang dibayarkan. Situasi memanas hingga korban berteriak, yang kemudian memicu pelaku melakukan tindakan kekerasan.

Tinggalkan komentar