Identitas ABK Kapal Pembawa Jurnalis Terkonfirmasi, Jenazah Dibawa ke Banten

BENGKULU – Jenazah yang ditemukan warga di Pulau Enggano, Bengkulu, telah teridentifikasi sebagai Sukarman (50), anak buah kapal (ABK) dari kapal Arupadhatu 1. Kapal tersebut diketahui sedang membawa lima jurnalis yang bertujuan menuju Gunung Anak Krakatau. Jenazah Sukarman dijadwalkan akan diterbangkan ke Banten pada Kamis (24/9/2026) pagi.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Imam Wijayanto, mengonfirmasi bahwa jenazah akan berangkat dari Rumah Sakit Bhayangkara menuju bandara. “Besok jenazah akan berangkat dari rumah sakit Bhayangkara menuju bandara untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta menggunakan Batik Air pagi,” ujar Kombes Imam Wijayanto, Rabu (23/9/2026).

Pemberangkatan jenazah dari Bengkulu akan didampingi langsung oleh Kabid Dokkes Polda Bengkulu, Kombes dr. Effri Susanto. Rencananya, jenazah akan diserahkan kepada pihak Polda Banten setibanya di Jakarta. “Besok pemberangkatan jenazah akan langsung didampingi Kabid Dokes Polda Bengkulu,” jelas Imam.

Sebelumnya, jenazah tersebut ditemukan oleh nelayan di wilayah Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026. Penemuan ini kemudian dipastikan merupakan salah satu dari korban yang hilang kontak bersama Speedboat Arupadatu 1 sejak 7 September 2026.

Proses identifikasi jenazah memakan waktu sekitar 10 hari. Hasil pemeriksaan DNA yang keluar pada 22 September 2026 menunjukkan kecocokan dengan DNA anak korban, Yayat. Berdasarkan hasil tersebut, secara medis forensik, korban dapat diidentifikasi sebagai Sukarman.

Tinggalkan komentar