MESUJI – Seekor tapir berjenis kelamin betina ditemukan berkeliaran di area perkebunan kelapa sawit, Kabupaten Mesuji, Lampung. Satwa yang dilindungi ini diduga keluar dari habitat aslinya karena mengalami stres ringan.
Penemuan tapir terjadi pada Senin (22/9). Saat ditemukan, satwa tersebut sempat berlari sebelum akhirnya tercebur ke dalam siring. Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung segera bertindak cepat untuk mengamankan tapir tersebut guna mencegahnya kembali ke area yang berisiko bagi keselamatannya.
Saat ini, tapir tersebut ditempatkan sementara di Taman Kehati Kabupaten Mesuji. Satwa ini akan menjalani observasi dan perawatan intensif oleh tim medis. Kondisi kesehatan tapir terus dipantau untuk memastikan tidak ada cedera serius yang dialaminya.
Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu bekerja sama dengan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mesuji, mengidentifikasi tapir tersebut berjenis kelamin betina. Ditemukan pula sejumlah luka ringan atau lecet di beberapa bagian tubuhnya, termasuk di kaki, tengkuk, punggung, perut sebelah kanan, dan mulut.
“Satwa mengalami stres ringan dan ditemukan beberapa luka ringan atau lecet pada bagian tubuh,” ujar Kepala Balai KSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, dalam keterangannya pada Senin (21/9/2026). Meskipun mengalami luka, tapir tersebut dilaporkan masih dapat berjalan dengan baik setelah berhasil dievakuasi dari saluran air. Hingga kini, belum ditemukan adanya indikasi patah tulang pada satwa tersebut.
Petugas telah memberikan vitamin untuk membantu proses pemulihan kondisi tapir dan melakukan pengobatan pada bagian tubuh yang terluka.