CILEGON – Keluarga dari lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda menggelar aksi tabur bunga. Kegiatan ini dilaksanakan di titik koordinat dugaan hilangnya speedboat tersebut, menyusul berakhirnya operasi pencarian SAR gabungan.
KN SAR Tetuka bertolak dari Pelabuhan Pelindo 3 Ciwandan, Kota Cilegon, membawa serta keluarga korban dan sejumlah rekan media untuk memberikan penghormatan serta doa di lokasi kejadian. Setibanya di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar titik koordinat dugaan hilangnya kontak speedboat KM Arupadhatu I, istri dan anak Yudhistiro melakukan tabur bunga ke laut.
Momen tabur bunga diwarnai isak tangis keluarga, menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa agar proses pencarian seluruh korban diberikan kelancaran dan hasil terbaik. Perjalanan bersama KN SAR Tetuka juga menjadi kesempatan bagi rekan-rekan media untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban, sekaligus menyaksikan secara langsung upaya pencarian yang terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.
Meskipun operasi pencarian gabungan telah resmi berakhir, Basarnas Banten menyatakan tim SAR tetap bersiaga penuh. Kesiagaan ini dilakukan apabila terdapat tanda atau informasi baru mengenai delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda tersebut. Hingga kini, operasi pencarian masih terus dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur SAR, baik melalui penyisiran laut maupun dukungan sarana udara dan pemantauan di sejumlah sektor pencarian.