Sebuah SPBU di Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, dilaporkan terbakar pada Jumat (25/9) sekitar pukul 13.30 WIB. Dugaan awal insiden ini terjadi saat petugas sedang melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke sebuah kendaraan minibus Grand Livina dengan nomor polisi E 1571 SP.
Kapolsek Sukagumiwang AKP Suripto menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. “Pada saat sedang mengisi tangki BBM Pertalite ke kendaraan minibus, tiba-tiba terjadi kebakaran. Dalam hal ini kita masih dalam proses penyelidikan,” ujar Suripto.
Menanggapi kejadian tersebut, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri, mengapresiasi respons cepat operator SPBU dan bantuan dari petugas pemadam kebakaran Kabupaten Indramayu. “Petugas SPBU segera melakukan penanganan awal dengan menggunakan alat pemadam api yang terdapat di SPBU. Namun, karena api cukup besar, penanganan kemudian dibantu oleh petugas pemadam kebakaran Kabupaten Indramayu hingga api berhasil dipadamkan,” jelas Reno dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Api diduga berasal dari bagian kendaraan yang kemudian merembet ke area pulau pompa SPBU. Reno memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah sarana dan fasilitas SPBU mengalami kerusakan, termasuk dispenser, kanopi, alat pemadam api ringan (APAR), alat pemadam api berat (APAB), serta kendaraan konsumen lainnya.
Saat ini, Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk mengamankan area kejadian. Operasional SPBU 34.452.13 dihentikan sementara waktu sampai kondisi dinyatakan pulih sepenuhnya.
Untuk memastikan kelancaran pelayanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan stok di SPBU terdekat. Konsumen dapat melakukan pengisian BBM di SPBU 34.452.03 yang berjarak sekitar 1,8 kilometer, atau SPBU 34.452.02 yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi kebakaran.
“Pertamina Patra Niaga menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi dan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional,” tutup Reno.