Wamena – Seorang sopir travel bernama Aris Sanda alias Tasya, asal Toraja, Sulawesi Selatan, dilaporkan tewas setelah menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah korban ditemukan di dalam mobilnya yang dalam kondisi terbakar.
Menanggapi insiden tersebut, TNI menyatakan tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto mengonfirmasi bahwa pihaknya mengoptimalkan peran satuan tugas (satgas) yang telah tergelar di wilayah tersebut untuk memburu KKB.
Selain fokus pada pengejaran pelaku, TNI juga memperkuat pengamanan terhadap warga sipil di sekitar lokasi kejadian untuk melindungi mereka dari ancaman teror KKB. Aparat berupaya memastikan keamanan masyarakat di tengah situasi yang tidak kondusif.
Menurut Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Brigjen TNI Lucky Avianto, korban yang sehari-hari dikenal sebagai pengemudi transportasi masyarakat, sedang dalam tugas mengangkut logistik dan melayani kebutuhan transportasi warga dari Wamena menuju wilayah pedalaman.
Brigjen TNI Lucky Avianto menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. “Korban bukan sedang membawa ancaman. Ia sedang bekerja, membawa logistik, dan melayani transportasi masyarakat Papua. Orang-orang seperti inilah yang selama ini membantu kehidupan masyarakat di pedalaman,” ujar Lucky.
Pihaknya menekankan bahwa para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku. Jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas sesuai dengan prosedur yang berlaku.