Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat, bersama unsur TNI, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat, dan perwakilan masyarakat, menggelar Apel Jaga Warga pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan lingkungan di seluruh tingkatan, mulai dari RT, RW, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota.
“Keamanan lingkungan membutuhkan kepedulian bersama,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya.
Apel yang dilaksanakan di Jalan Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat ini diikuti oleh 272 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan TNI, Polri, Pemkot Jakarta Pusat, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Warga Jaga Jakarta.
“Komunikasi antarwarga perlu terus diperkuat agar potensi gangguan dapat diketahui dan dicegah sejak dini,” tambah Budi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Dandim Jakarta Pusat, jajaran Polres, camat, lurah, serta berbagai unsur masyarakat. Dalam apel tersebut, warga juga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan keluarga. Salah satu fokusnya adalah mengawasi anak usia sekolah agar tidak berada di luar rumah hingga larut malam serta menjauhi aktivitas yang membahayakan keselamatan dan masa depan mereka.
Secara simbolis, perwakilan unsur masyarakat menerima rompi Jaga Warga dan paket sembako. Selanjutnya, para peserta membacakan Deklarasi Jaga Jakarta. Deklarasi ini berisi komitmen bersama untuk menolak tindakan anarkis dan perusakan, menjaga ketertiban umum, serta melaporkan setiap potensi gangguan keamanan.
Budi menekankan pentingnya peran serta warga dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap temuan gangguan kamtibmas ke hotline 110.
“Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110,” pungkasnya.