Bekasi – Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi dan TNI telah menyiapkan sekitar 5.000 personel gabungan untuk mengamankan tahap pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi yang akan dilaksanakan di 154 desa. Kesiapan ini bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman, tertib, dan bebas dari gangguan.
Penyiapan pengamanan ini ditandai dengan digelarnya Apel Pergeseran Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Wibawa Mukti Jaya 2026 di Lapangan Parkir Central Park Meikarta, Cikarang Selatan, pada Sabtu (19/9/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo, dan dihadiri oleh Karo Ops Polda Metro Jaya Brigjen La Ode Aries El Fathar, unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Bekasi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran terkait lainnya.
Personel yang terlibat dalam pengamanan ini mencakup anggota Polres Metro Bekasi, BKO Polda Metro Jaya, BKO Polres jajaran, Brimob, Dalmas, Raimas, Patra Brimob, serta 795 personel dari unsur TNI. Setelah apel, seluruh personel tersebut akan segera bergeser ke wilayah penugasan masing-masing sesuai dengan pola pengamanan yang telah ditetapkan.
Dalam rangka memastikan kesiapan optimal, Karo Ops Polda Metro Jaya juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel dan penempatan kekuatan di lapangan sebelum pelaksanaan pengamanan dimulai. Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah dan kebutuhan spesifik pengamanan di setiap lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
“Pergeseran pasukan ini merupakan bagian integral dari kesiapan pengamanan pada tahapan pemungutan hingga penghitungan suara. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh rangkaian Pilkades berjalan lancar, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menekankan bahwa netralitas personel Polri menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian pengamanan Pilkades ini. Ia berharap masyarakat dapat menentukan pilihannya secara bebas, aman, dan tenang tanpa adanya tekanan.
“Netralitas anggota Polri dalam pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi adalah perhatian utama kami. Kami ingin masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman dan tenang. Kami juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk menghindari provokasi, intimidasi, maupun ancaman. Praktik perjudian yang memanfaatkan momentum Pilkades juga harus dihindari,” tegas Budi Hermanto.
Lebih lanjut, Budi Hermanto mengajak seluruh calon kepala desa, para pendukung, serta masyarakat luas untuk tetap menjaga persaudaraan dan menghormati hasil pemilihan. Perbedaan pilihan dalam Pilkades diharapkan tidak menjadi pemicu perselisihan. Apabila terdapat keberatan terhadap proses maupun hasil pemilihan, masyarakat diimbau untuk menempuh jalur penyelesaian melalui mekanisme yang telah berlaku.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan Pilkades, dapat segera menyampaikan informasi tersebut kepada petugas di lapangan atau menghubungi Layanan Polisi 110,” tutupnya.