Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria, Alexander Poulev. Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara pada Senin (14/9), Puan mendorong penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Bulgaria, dengan fokus utama pada sektor pendidikan dan olahraga.
Dalam penyambutan yang hangat, Puan didampingi oleh sejumlah pimpinan DPR RI, termasuk Ketua Komisi I Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris, dan Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba Putri. Puan menyambut baik kedatangan delegasi Bulgaria dan menekankan pentingnya Gedung DPR RI sebagai simbol bersejarah bagi Indonesia.
Puan Maharani mengingatkan kembali sejarah panjang hubungan diplomatik kedua negara, di mana Bulgaria menjadi salah satu negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Ia menyoroti kunjungan bersejarah Presiden Soekarno ke Bulgaria pada tahun 1961 sebagai bukti komitmen persahabatan yang kuat.
Sebagai kenang-kenangan dari lawatan tersebut, Presiden Soekarno membawa pulang bibit Bulgarian Rose yang hingga kini masih dibudidayakan di Indonesia. Bunga mawar ini menjadi bahan baku penting dalam industri parfum dan minyak atsiri di Tanah Air.
Dalam pertemuan tersebut, Puan menegaskan posisi strategis Bulgaria sebagai mitra penting bagi Indonesia di kawasan Balkan dan Eropa. Ia menilai kemitraan ini didasari oleh kesamaan nilai demokrasi dan komitmen terhadap tatanan dunia internasional, yang sangat krusial di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
Lebih lanjut, Puan mengajak Bulgaria untuk bersama-sama mewujudkan tatanan dunia yang mengutamakan kemanusiaan dan kesejahteraan, di mana negara-negara dapat berkolaborasi secara saling menguntungkan, bukan saling menjatuhkan.
Menyikapi proses aksesi keanggotaan OECD yang sedang dijalani kedua negara, Puan melihat adanya peluang sinergi antarparlemen. Pertukaran pengalaman mengenai reformasi kebijakan, harmonisasi regulasi, serta penguatan tata kelola ekonomi dan investasi diharapkan dapat mempererat kerja sama.
Di sektor ekonomi riil, Puan mencatat kemajuan signifikan dalam perdagangan kedua negara dan mendorong Pemerintah RI untuk terus meningkatkan volume serta diversifikasi perdagangan. Ia mengusulkan pelabuhan Varna dan Burgas di Bulgaria sebagai hub strategis untuk produk Indonesia, sekaligus menawarkan Indonesia sebagai basis investasi bagi perusahaan Bulgaria di pasar ASEAN.
Puan juga berharap Bulgaria dapat menjadi mitra kunci dalam memaksimalkan kesepakatan Indonesia-EU CEPA. DPR RI berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui penguatan regulasi dan diplomasi parlemen untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif.
Selain aspek ekonomi, Puan menekankan pentingnya interaksi antarmasyarakat untuk memperkokoh hubungan bilateral. Ia mendorong peningkatan kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan.
Puan mengapresiasi upaya pengenalan Bahasa Indonesia di University of Sofia dan pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria. Ia meyakini promosi pariwisata dan peningkatan konektivitas udara akan membuka lebih banyak ruang interaksi langsung antara masyarakat kedua negara.
Pertemuan ini menjadi cerminan komitmen kuat Indonesia dan Bulgaria dalam semangat 70 tahun hubungan bilateral. Puan optimistis kemitraan kedua negara akan semakin harmonis, seindah Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno, sebagai simbol persahabatan yang erat.