Prabowo Gelontorkan Dana Rp1 Triliun untuk Air Bersih Padang, SPAM Palukahan Segera Dibangun

JAKARTA – Dukungan anggaran pemerintah pusat untuk peningkatan layanan air bersih di Kota Padang terus mengalir, bahkan mendekati angka Rp1 triliun. Dukungan ini mencakup pemulihan infrastruktur pascabencana dan pembangunan sistem penyediaan air minum baru.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyatakan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan air bersih di Kota Padang diwujudkan melalui kucuran dana pemerintah pusat. “Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan jeritan, teriakan, tangisan masyarakat Kota Padang yang mengeluhkan kondisi air PDAM-nya sangat jelek,” kata Andre saat meninjau lokasi rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Palukahan di Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Jumat (21/8/2026).

SPAM Palukahan merupakan salah satu proyek strategis yang sedang dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp308 miliar dari APBN. Proyek ini ditargetkan selesai pada Oktober 2027 dengan kapasitas produksi 200 liter per detik. “Pemerintah Presiden Prabowo melakukan pembangunan dua instalasi PDAM. Yang pertama di Palukahan ini, sudah selesai tender, sudah ada pemenang dan sedang pekerjaan. Nilai anggarannya Rp308 miliar menggunakan APBN. Ini produksinya sekitar 200 liter per detik untuk tambahan kebutuhan di Kota Padang,” ujar Andre.

Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeni Isa, menjelaskan bahwa SPAM Palukahan akan mendukung pelayanan masyarakat sekaligus menambah sekitar 18.000 sambungan rumah. Kapasitas 200 liter per detik ini diproyeksikan melayani sekitar 200.000 jiwa, mencakup Kota Padang, 12 rumah sakit, dan kantor pemerintahan. Nantinya, SPAM ini akan diarahkan untuk melayani wilayah utara setelah SPAM Gunung Pangilun selesai dibangun kembali.

Targetnya, pada 2028, kualitas air di Kota Padang diharapkan memenuhi standar air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan. “Insya Allah kualitas airnya sampai 2028 diharapkan seluruh Kota Padang kualitas airnya bersih sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan,” katanya. Andre menambahkan, pembangunan ini diharapkan dapat mengakhiri keluhan masyarakat mengenai air keruh. “Tidak lagi air yang mirip kopi susu,” katanya.

Selain SPAM Palukahan, pemerintah pusat juga menyiapkan pembangunan SPAM pengganti Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun dengan rencana anggaran sekitar Rp400 miliar. Infrastruktur ini dirancang memiliki kapasitas sekitar 500 liter per detik untuk menjadi solusi permanen bagi instalasi Gunung Pangilun yang sudah tua. “Yang satu lagi insya Allah nanti pengganti PDAM di Gunung Pangilun. Itu sekitar Rp400 miliar, rencananya 500 liter per detik. Kita akan dorong agar persoalan tanahnya diselesaikan sehingga kapasitas 500 liter per detik ini bisa menggantikan Gunung Pangilun,” jelas Andre.

Maria Doeni menambahkan, pembangunan SPAM pengganti Gunung Pangilun masih membutuhkan kepastian lahan seluas 13.000 meter persegi. Andre meminta pemerintah daerah dan instansi terkait mencari alternatif lahan yang tidak berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD) agar proses pembangunan tidak terhambat. Apabila lahan segera tersedia, proses desain rinci ditargetkan selesai tahun ini, dilanjutkan lelang pada Februari 2027 dan kontrak pada Mei 2027, dengan target penyelesaian Desember 2028.

Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang juga mencakup penanganan kerusakan infrastruktur PDAM akibat bencana. Ia menyebut sebagian besar intake PDAM Kota Padang terdampak dan mengalami kerusakan. “Secara teknis semua intake kita sebagian besar terdampak dan hancur. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden, Bu Doeni dan Pak Andre yang telah memberikan banyak bantuan kepada kami,” ujar Andri.

Andri menjelaskan, jika seluruh bantuan pembangunan, perbaikan, dan tanggap darurat dihitung, total dukungan pemerintah pusat untuk PDAM Kota Padang telah mendekati Rp1 triliun. “Kalau secara total, lebih dari Rp1 triliun ya yang kita terima, termasuk tanggap darurat,” katanya. Dukungan ini mencakup pembangunan SPAM Palukahan sekitar Rp300 miliar, rencana pembangunan pengganti Gunung Pangilun sekitar Rp400 miliar, serta berbagai pekerjaan perbaikan dan tanggap darurat lainnya.

Untuk menjaga pelayanan selama pembangunan permanen, pemerintah pusat juga melakukan perbaikan terhadap fasilitas Gunung Pangilun dengan anggaran tanggap darurat APBN sekitar Rp60 miliar. Dua aselator yang bermasalah kini dalam proses perbaikan, ditargetkan selesai Desember. PDAM juga bekerja sama dengan BWS Sumatera V dalam upaya mitigasi bencana, seperti pengerukan sedimentasi dan perbaikan daerah aliran sungai.

Andre menegaskan bahwa besarnya dukungan pemerintah pusat menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam menjawab persoalan air bersih di Kota Padang dan mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. “Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan keluhan masyarakat. Sekarang tugas kita memastikan anggaran dan pembangunan ini benar-benar selesai dan manfaatnya dirasakan masyarakat Kota Padang,” tegasnya.

Leave a Comment