Polda Metro Jaya meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan patroli siber di berbagai platform media sosial. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi perusuh yang dapat mengganggu jalannya aksi buruh yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama massa menyampaikan aspirasi mereka.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa seluruh tahapan pengamanan unjuk rasa telah disusun dengan berpedoman pada undang-undang yang berlaku. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pengamanan dan pelayanan yang humanis, dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).
“Tentunya Polda Metro Jaya sudah melakukan beberapa cara, beberapa langkah-langkah yang tetap berpedoman kepada kegiatan yang kooperatif, langkah-langkah humanis, dan memperhatikan hak asasi manusia. Seperti dilakukan preventive strike. Baik itu dengan adanya patroli siber, patroli media-media digital, ataupun ajakan-ajakan untuk melakukan kegiatan gangguan kamtibmas,” ujar Kombes Budi Hermanto di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Lebih lanjut, Budi Hermanto menjelaskan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Metro Jaya akan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan upaya yang mengganggu ketertiban umum. Penindakan tersebut akan dilaksanakan secara tegas, tepat, dan terukur.
“Itu pasti juga akan dilakukan upaya penindakan tegas, tepat, dan terukur oleh Satgas Gakkum yang ada di Polda Metro Jaya,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh koordinator dan penanggung jawab aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Peserta aksi diminta untuk menghormati hak masyarakat lain, mematuhi peraturan yang berlaku, serta menjaga fasilitas umum yang merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam rangka pengamanan aksi hari ini, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 26.386 personel gabungan. Pasukan ini terdiri dari unsur kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Pamdal DPR-MPR.
“Sebanyak 26.386 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Pemprov DKI, dan Pamdal DPR-MPR untuk kesiapan di 99 kegiatan masyarakat,” jelas Kombes Budi Hermanto.
Budi merinci bahwa terdapat 99 kegiatan masyarakat yang digelar di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada hari ini, di mana 73 di antaranya merupakan aksi penyampaian pendapat di muka umum, sementara 26 lainnya adalah kegiatan masyarakat lainnya.