Polda Metro Jaya Pastikan Aktivitas Warga Lancar di Tengah Aksi Massa

JAKARTA – Polda Metro Jaya mengerahkan personel pengamanan maksimal untuk mengawal aksi massa buruh dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya di ibu kota. Langkah ini bertujuan memastikan aktivitas warga tetap berjalan aman, tertib, dan lancar di tengah pelaksanaan demonstrasi.

Berdasarkan data yang terverifikasi, terdapat 73 kegiatan penyampaian pendapat dan 26 kegiatan masyarakat yang berada dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya yang siap dikawal oleh petugas. Beberapa agenda yang diperkirakan akan melibatkan massa dalam jumlah besar meliputi aksi buruh di kawasan MH Thamrin, Pameran Automechanika Jakarta 2026, Flona Jakarta 2026, peringatan Hari Tani Nasional yang sekaligus menjadi pembukaan Munas IX Konsorsium Pembaruan Agraria di TMII, serta aktivitas penukaran tiket konser di kawasan GBK.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menekankan bahwa pelayanan kepolisian diberikan secara adil dan serentak kepada seluruh lapisan masyarakat. “Pelayanan kami diberikan kepada seluruh masyarakat. Warga yang menyampaikan aspirasi kami layani, sementara masyarakat yang tetap bekerja, bersekolah, menjalankan usaha, maupun melakukan perjalanan juga harus dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Kombes Budi di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Untuk mengantisipasi potensi kepadatan, personel telah disiagakan di sekitar lokasi kegiatan, titik-titik simpul arus lalu lintas, serta kawasan yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas. Pengaturan maupun pengalihan arus lalu lintas akan diberlakukan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Masyarakat yang berencana melintas di sekitar lokasi kegiatan dihimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal, mempertimbangkan jalur alternatif, memantau pembaruan informasi lalu lintas melalui kanal TMC Polda Metro Jaya, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

Kombes Budi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum dan menunjukkan sikap saling menghormati dalam penggunaan fasilitas publik. “Ruang publik adalah milik bersama. Mari saling menghormati agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan baik dan aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar