Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji kemungkinan perluasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) untuk diterapkan pada hari Sabtu dan Minggu. Usulan ini datang dari Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli, yang menyarankan agar kebijakan tersebut diuji coba terlebih dahulu sebelum diputuskan secara permanen.
Taufik mengusulkan agar uji coba CFD selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, dilakukan dalam rentang waktu 2 hingga 3 bulan. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi manfaat dan dinamika yang timbul di lapangan. “Saran saya adalah bagaimana caranya kita uji coba dulu ya dalam 3 bulan atau dalam 2 bulan ya, CFD 2 hari Sabtu Minggu,” kata Taufik saat dihubungi, Minggu (20/9/2026).
Menurut Taufik, hasil evaluasi akan menentukan apakah kebijakan CFD dua hari akan dilanjutkan. Jika terbukti lebih banyak memberikan manfaat, maka kebijakan tersebut dapat diterapkan secara permanen. Namun, jika manfaatnya dinilai kurang signifikan, maka tidak perlu dilanjutkan. “Nah, kemudian dievaluasi, kemudian dilihat plus minusnya, kalau memang lebih banyak manfaatnya, maka silakan kita terapkan CFD 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu. Tapi kalau ternyata kurang tidak terlalu signifikan manfaatnya, maka tentu saja tidak perlu dilanjutkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Taufik berharap penambahan hari CFD pada hari Sabtu dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas udara di Jakarta. Ia berpendapat bahwa udara Jakarta akan menjadi lebih baik jika CFD digelar dua hari dalam sepekan. “Ya pertama ya ada manfaatnya nanti udara menjadi lebih bersih mungkin dalam 2 hari ya, Sabtu dan Minggu, karena kan di tambah harinya ya, sehingga kemudian ee udara diharapkan bisa bisa rest atau beristirahat selama 2 hari tidak dikotori oleh oleh asap knalpot ya,” ucapnya.
Selain itu, CFD dua hari juga dinilai dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk berolahraga dan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan potensi penjualan. “Nah, juga kemudian mungkin dalam 2 hari itu masyarakat Jakarta bisa berolahraga lebih banyak dan yang biasa UMKM di Jakarta bisa bergiat atau berkegiatan ya atau jualan di 2 hari nambah,” katanya.
Namun, Taufik juga mengingatkan adanya potensi tantangan dalam pelaksanaan CFD pada hari Sabtu, mengingat masih ada sebagian masyarakat yang tetap bekerja atau berkegiatan pada hari tersebut. “Skan tetapi kemudian ada hal lain dari itu ya, bahwa kalau 2 hari itu Sabtu tidak tidak semua orang rest atau istirahat bekerja ya, ada kantor-kantor yang masih buka, ya, jadi kemudian kemungkinan akan ada lalu lintas yang terganggu juga, artinya kalau CFD kan berarti ada ruas-ruas jalan yang tutup,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penutupan sejumlah ruas jalan untuk CFD berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas di jalur alternatif. Hal ini dikhawatirkan dapat memindahkan masalah polusi udara dari area CFD ke jalan-jalan lain. “Nah, kalau ruas jalan tutup itu berarti orang-orang yang mau bekerja pada hari Sabtu itu tidak bisa lewat sana, sehingga kemudian akan ee macet di tempat lain di jalur alternatif, sehingga kemudian jangan sampai ketika kita membuat CFD di hari Sabtu juga atau 2 hari dalam seminggu, maka kemudian di kita hanya memindahkan, memindahkan polusi udara dari tempat di mana ada CFD ke jalan-jalan alternatif,” jelasnya.
Oleh karena itu, Taufik menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan secara matang pemilihan ruas jalan yang akan digunakan untuk CFD pada hari Sabtu dan Minggu. “Jadi perlu dipikirkan perlu dipilih ruas-ruas jalan yang CFD untuk hari Sabtu dan Minggu,” katanya.