Jakarta – Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan kru kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau selama seminggu belum membuahkan hasil. Menindaklanjuti hal tersebut, operasi pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa evaluasi hasil operasi SAR pada hari ketujuh masih nihil. “Dan hasil rapat koordinasi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan selama tiga hari ke depan,” ujarnya di Pos SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Senin (14/9).
Al Amrad menjelaskan bahwa setiap upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR selalu mengacu pada perhitungan data dari BMKG dan PVMBG. Pada masa perpanjangan ini, pihaknya akan tetap mengerahkan armada yang sudah disiagakan. “Seperti biasanya, tadi kita sudah sampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh kita evaluasi kembali apa yang menjadi tantangan kita dan objek yang mana yang belum kita lalui,” tambahnya.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengonfirmasi bahwa perpanjangan pencarian ini didasarkan pada permintaan pihak keluarga serta Pemerintah Provinsi Banten. Ia menekankan pentingnya optimalisasi proses pencarian demi keselamatan kelima jurnalis, dua ABK, dan satu guide yang menumpangi kapal Arupadhatu I. “Sesuai dengan undang-undang SAR nomor 29 tahun 2014 di mana waktu pencarian tertera tujuh hari, namun dapat diperpanjang atas beberapa sebab, salah satunya atas permintaan keluarga dan juga permintaan dari pemerintah daerah setempat,” jelas Andra Soni di Pandeglang, Senin (14/9/2026).
Ia menambahkan, “Oleh karena atas nama pemerintah Provinsi Banten, kami memohon dan meminta kepada Basarnas, juga meminta dukungan dari Polda Banten dalam hal ini Polairud dan juga Lanal Banten dan seluruh stakeholder yang ada di Provinsi Banten, untuk kiranya dapat melanjutkan operasi ini, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
Area Pencarian Diperluas Hingga Bengkulu
Memasuki hari kedelapan pencarian, area operasi diperluas hingga mencakup wilayah Pulau Enggano di Bengkulu. “Pada hari kedelapan ini, pencarian kembali kami perluas melalui beberapa sektor laut dengan melibatkan unsur SAR gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, maupun potensi SAR lainnya,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, Selasa (15/9/2026).
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian. “Kami juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” imbuhnya.
Tim SAR gabungan merencanakan penyisiran di lima sektor dengan total luas area sekitar 3.962 mil laut persegi. Dukungan udara juga diberikan dengan pengerahan dua unit drone thermal Basarnas. “Selain pencarian di laut, tim SAR gabungan juga menyiapkan dua unit drone thermal Basarnas untuk mendukung pemantauan dari udara,” ujar Al Amrad.
Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyatakan bahwa tim SAR Bengkulu turut membantu dalam melakukan pencarian di wilayah setempat. “Kita sudah memetakan, dan kita dibantu oleh kantor SAR Bengkulu untuk meng-cover wilayah Kantor SAR Bengkulu,” ucap Rizky.
Rizky berharap ada petunjuk keberadaan rombongan jurnalis di area Bengkulu. “Sehingga untuk SAR map yang kita prediksikan itu mengarah ke wilayah kantor SAR Bengkulu itu sudah di-cover dengan teman-teman kantor SAR Bengkulu,” katanya. Pencarian melalui helikopter juga telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
“Kemarin dengan HR-3604 kita sudah melaksanakan penyisiran di seluruh area dengan kurang lebih kemarin penerbangan selama dua jam. Dan untuk informasi dari kru heli, itu memang tidak ada tanda-tanda ditemukan,” ungkapnya.
20 Kapal Dikerahkan
Dalam operasi pencarian hari kedelapan, sebanyak 20 kapal dikerahkan untuk menyisir area perairan di Selat Sunda seluas 3.962 nautical mile persegi. Jumlah ini merupakan yang terbanyak selama proses pencarian berlangsung.
“Luas area pencarian hari ini untuk tim yaitu 3.962 nautical mile persegi. Untuk pembagian sektornya kita bagi di lima sektor. Kemudian alut (alat utama) yang terlibat itu ada 20 kapal,” ujar Rizky Dwianto. Pada Senin (14/9), tercatat ada 18 unit kapal yang dikerahkan.