Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla Kalimantan dengan Ribuan Petugas dan Sumur Bor

Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan melalui operasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Langkah-langkah strategis diambil untuk menyesuaikan penanganan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyatakan bahwa operasi ini didukung oleh kolaborasi erat antara kementerian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, serta masyarakat.

Data terbaru menunjukkan bahwa sedikitnya 12.880 personel gabungan telah dikerahkan ke tiga provinsi prioritas di Kalimantan. Rinciannya, 1.410 personel bertugas di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan. Para petugas ini aktif melakukan pemantauan titik panas (hotspot), menindaklanjuti laporan masyarakat, melakukan patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, hingga upaya pemadaman darat.

Selain itu, petugas juga melakukan pembasahan dan pendinginan area yang terbakar, penyekatan lokasi untuk mencegah meluasnya api, serta penjagaan di wilayah rawan guna mencegah api kembali muncul. Koordinasi antarpihak dilakukan secara intensif melalui posko terpadu yang berfungsi sebagai pusat penentuan prioritas penanganan dan pengarahan personel serta peralatan.

Sarana operasional pendukung penanganan karhutla mencakup berbagai peralatan seperti kendaraan, pompa, selang pemadaman, flexible tank, alat komunikasi, dan alat pelindung diri. Dukungan udara juga turut diperkuat dengan adanya helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.

Dalam upaya meningkatkan kemampuan satuan tugas di lapangan, pemerintah juga membangun dan mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas. Langkah ini dianggap krusial mengingat sumber air permukaan semakin terbatas seiring berlanjutnya kondisi kering. Pembangunan sumur bor bertujuan untuk memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan proses pembasahan dan pendinginan.

Ketersediaan air menjadi perhatian khusus, terutama dalam penanganan karhutla di lahan gambut. Kondisi lahan gambut yang memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan memerlukan proses pembasahan yang menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul. Oleh karena itu, pemerintah menekankan pentingnya pemadaman sekaligus pendinginan sebagai bagian integral dari operasi penanganan karhutla.

Leave a Comment