Pelaku Pembunuhan Tanah Abang Tertangkap, Sepatu Tertinggal di Hotel

Seorang pria berinisial SMA yang terlibat dalam kasus pembunuhan seorang wanita di sebuah hotel di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilaporkan meninggalkan sepatunya di lokasi kejadian. Sepatu berwarna putih tersebut ditemukan di hotel tempat pelaku melakukan aksinya.

Dalam sebuah video penangkapan yang beredar, terlihat polisi menggeledah sebuah ruangan dan menemukan barang bukti berupa pakaian yang diduga digunakan pelaku saat beraksi. Saat ditanya mengenai alas kaki yang digunakannya, pelaku tidak dapat memberikan jawaban pasti. Polisi kemudian mengonfirmasi apakah sepatu putih yang ditemukan di kamar hotel tersebut miliknya.

“Sepatu sandalnya mana? Itu sepatu kamu yang warna putih di kamar hotel yang kamu tinggalin?” tanya seorang petugas. Pelaku kemudian mengangguk membenarkan bahwa sepatu tersebut adalah miliknya.

Pencarian barang bukti berlanjut ke dalam lemari di ruangan tersebut. Sejumlah barang lain seperti baju dan celana yang diduga dikenakan pelaku saat kejadian juga diamankan oleh pihak kepolisian. Ketika ditanya mengenai jaket, pelaku menyatakan bahwa hoodie miliknya sudah tidak ada.

Pelaku Sering Mengganti Identitas

Sebelumnya, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di hotel Tanah Abang, Jakarta Pusat. Terungkap bahwa pelaku kerap menggunakan identitas palsu untuk menghindari kejaran petugas.

“Dalam pelariannya, pelaku menggunakan identitas palsu dan berupaya menghilangkan barang bukti serta kabur dengan berpindah-pindah tempat untuk mengelabui petugas,” jelas Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, kepada wartawan.

Secara terpisah, Kanit I Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Afuza Edmond menambahkan bahwa pelaku menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) orang lain saat melakukan proses check-in di hotel.

“Jadi dia ini waktu check-in di hotel pakai identitas lain dan ke mana-mana pakai KTP orang lain,” ujar Afuza.

Afuza juga mengungkapkan bahwa pelaku seringkali membawa KTP milik pamannya. Pelaku beralasan KTP miliknya sendiri telah hilang.

“KTP milik pamannya, dia bawa KTP pamannya karena pengakuannya KTP dia hilang,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar