Pelaku Pembunuhan di Hotel Tanah Abang Ganti Identitas Berkali-kali

JAKARTA – Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah hotel di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pelaku diketahui berulang kali mengganti identitas untuk menghindari kejaran petugas.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan identitas palsu selama pelarian dan berusaha menghilangkan barang bukti. “Dalam pelariannya, pelaku menggunakan identitas palsu dan berupaya menghilangkan barang bukti serta kabur dengan berpindah-pindah tempat untuk mengelabui petugas,” ujar Abdul Rahim kepada wartawan, Senin (14/9/2026).

Secara terpisah, Kanit I Subdit Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Afuza Edmond menambahkan, pelaku bahkan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) milik orang lain saat melakukan proses check-in di hotel. “Jadi dia ini waktu check-in di hotel pakai identitas lain dan ke mana-mana pakai KTP orang lain,” ungkap Afuza.

KTP yang kerap dibawa pelaku adalah milik pamannya. Pelaku beralasan KTP miliknya sendiri hilang. “KTP milik pamannya, dia bawa KTP pamannya karena pengakuannya KTP dia hilang,” jelasnya.

Motif Pembunuhan

Abdul Rahim mengungkapkan bahwa motif di balik pembunuhan ini berawal dari cekcok mulut antara pelaku dan korban. Konflik tersebut kemudian berujung pada tindakan kekerasan. “Motif dari pembunuhan ini adalah karena cekcok mulut antara pelaku dengan korban, dimana dalam pelaku mengeksekusi korban dengan mencekik korban,” jelasnya.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, pada Sabtu (12/9), jasad seorang wanita ditemukan di kamar 304 Hotel Mustika, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Korban diketahui berinisial IR (19), warga asal Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polisi menduga wanita tersebut menjadi korban pembunuhan.

Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku di Saketi, Pandeglang, pada Minggu (13/9) pagi.

Tinggalkan komentar