Panik di KRL Rawa Buntu: Dua Ponsel Terbakar Picu Kepulan Asap di Gerbong Wanita

TANGERANG SELATAN – Kepanikan melanda penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, pada Kamis (17/9/2026) pagi. Asap yang tiba-tiba mengepul dari dalam salah satu gerbong khusus wanita memicu reaksi histeris dan kepanikan penumpang yang berhamburan keluar. Sumber kepulan asap tersebut ternyata berasal dari dua unit ponsel milik seorang penumpang.

Peristiwa yang terekam dalam video dan beredar di media sosial itu terjadi sekitar pukul 06.51 WIB. Dalam rekaman terlihat sejumlah penumpang bergegas keluar dari gerbong KRL setelah menyadari adanya asap. Insiden ini menyebabkan kepadatan penumpang di salah satu peron Stasiun Rawa Buntu.

Menanggapi kejadian viral tersebut, KAI Commuter memberikan klarifikasi. Pihak KAI Commuter memastikan bahwa kepulan asap bukan disebabkan oleh kerusakan pada mesin kereta. Juru Bicara KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan asap tersebut bersumber dari ponsel salah satu penumpang Commuter Line Nomor 1641 yang melayani rute Rangkasbitung-Tanah Abang.

Asal Asap dari Tas Penumpang

Menurut Leza, insiden bermula ketika petugas keamanan yang bertugas di peron Stasiun Rawa Buntu melihat sebuah tas penumpang mengeluarkan asap. Pengguna yang bersangkutan kemudian segera melemparkan tas tersebut ke area peron. Setelah diamankan oleh petugas sesuai prosedur, ditemukan dua unit ponsel dalam kondisi terbakar di dalam tas tersebut.

Petugas keamanan segera membantu pengguna keluar dari gerbong KRL dan mengamankan tas yang berisi perangkat elektronik yang mengeluarkan asap. Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan Kepala Stasiun untuk meminta keterangan dari pengguna tersebut.

Keterlambatan Perjalanan KRL

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, salah satu ponsel yang terbakar tersebut diketahui sedang digunakan untuk berbagi koneksi internet (hotspot). Akibat insiden ini, perjalanan Commuter Line Nomor 1641 mengalami keterlambatan sekitar 7 menit. Setelah dipastikan kondisi rangkaian aman, perjalanan KRL tersebut kembali dilanjutkan.

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk selalu memperhatikan kondisi perangkat elektronik yang dibawa. Apabila ditemukan kondisi yang tidak normal, pengguna diminta untuk segera melaporkan kepada petugas terdekat. “Respons cepat dari pengguna akan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama,” ujar Leza.

Kesaksian Penumpang

Eka Rizky Nuraeni, salah seorang penumpang KRL 1641, menceritakan detik-detik menegangkan saat asap mulai mengepul dari gerbong wanita. Ia mengaku mendengar teriakan dari dalam gerbong dan melihat penumpang berlarian. “Saya dengar ada yang teriak, awalnya saya pikir biasa karena stasiun memang ramai. Tapi teriakan itu semakin kencang dan ternyata dari gerbong perempuan,” kata Eka.

Ia melihat banyak penumpang berhamburan keluar gerbong sambil berteriak kebakaran. Asap tersebut terlihat mengepul dari pintu gerbong. “Penumpang langsung panik, berlarian keluar. Bahkan ada beberapa orang yang tadinya mau naik kereta, ikut keluar dan langsung tap out meninggalkan stasiun,” ungkapnya.

Eka juga sempat melihat petugas keamanan dan housekeeping bergerak cepat menuju area tiket. Ia tidak mengetahui apakah petugas tersebut membawa alat pemadam api ringan (APAR) atau perlengkapan lainnya, karena setelah itu ia langsung memilih untuk tap out dan meninggalkan stasiun.

Tinggalkan komentar