Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal speed boat yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau masih terus berlanjut. Tim SAR gabungan menghadapi kendala signifikan akibat cuaca berkabut yang membatasi jarak pandang hingga hanya satu mil laut.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara, menyatakan bahwa kondisi cuaca berkabut menjadi salah satu faktor penghambat utama dalam upaya pencarian ini. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan pemantauan di berbagai titik yang dinilai strategis untuk menemukan keberadaan kapal maupun para korban.
Operasi pencarian ini juga memprioritaskan keselamatan seluruh personel yang terlibat. Hal ini mengingat pencarian dilakukan di kawasan yang masih dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hingga memasuki hari ketujuh operasi, belum ada tanda-tanda keberadaan korban yang ditemukan.
“Hasil pencarian dari seluruh Tim SAR Gabungan baik RIB 02 Lampung, KN. SAR Basudewa, Pos SAR Tanggamus dan unsur yang terlibat dengan hasil nihil,” ujar Rezie.
Operasi SAR terhadap speed boat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda ini akan terus dikoordinasikan. Perkembangan selanjutnya akan dilaporkan sesuai dengan hasil pencarian yang didapat.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah memutuskan untuk memperpanjang masa operasi pencarian selama tiga hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi operasi SAR pada hari ketujuh yang belum membuahkan hasil. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa perpanjangan ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat Tim SAR Gabungan.
“Hasil evaluasi operasi SAR yang hari ketujuh yang kita laksanakan masih nihil, dan hasil rapat Tim SAR Gabungan kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan,” kata Al Amrad dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, Senin.