Mendagri Ingatkan Pemda Antisipasi Kenaikan Harga Ayam dan Beras untuk Kendalikan Inflasi

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang dapat memicu inflasi nasional. Komoditas yang menjadi perhatian utama adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.

Tito menyampaikan bahwa meskipun inflasi nasional saat ini masih berada pada level yang relatif terkendali di angka 3,19 persen, angka tersebut menunjukkan tren kenaikan dari sebelumnya yang tercatat 2,88 persen. Secara bulanan, inflasi dari Juli ke Agustus 2026 juga mengalami peningkatan sebesar 0,21 persen.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan inflasi ini terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta sektor pendidikan dan perawatan pribadi. Khusus dari kelompok pangan, pergerakan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras perlu dicermati secara seksama.

“Bulog mungkin bisa melakukan operasi pasar dengan Badan Pangan Nasional dan bagaimana untuk mengumpulkan para distributor dan produsen … dicari penyebab harganya kenapa bisa naik,” ujar Tito dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang juga membahas Verifikasi dan Validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (14/9/2026).

Selain isu pangan, Tito juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi berdampak pada biaya transportasi, terutama angkutan udara. Ia menekankan agar Kementerian Perhubungan mengantisipasi dampak kenaikan harga avtur terhadap tarif angkutan yang diatur oleh pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Tito menyoroti adanya disparitas inflasi antar daerah. Ia meminta Pemda yang mengalami inflasi tinggi untuk segera memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia juga memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga sehingga inflasi tetap terkendali.

“Saya ucapkan terima kasih [daerah] yang bisa mengendalikan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir menekankan pentingnya langkah-langkah antisipatif untuk mengendalikan kenaikan harga sejumlah komoditas. Ia meminta Pemda dan pihak terkait untuk memahami pola konsumsi masyarakat serta memantau perkembangan harga sebelum mencapai batas toleransi, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.

“Ini yang perlu diperhatikan dan dimonitor betul batas toleransi mana dia naik kemudian kita melaksanakan intervensi tadi, supaya jangan naik tinggi dulu baru kita berbuat,” ungkapnya.

Tomsi juga mengimbau agar pemantauan harga daging ayam dilakukan di setiap rantai distribusi, mulai dari peternak, distributor, hingga konsumen, demi memastikan langkah pengendalian yang diambil tepat sasaran. Selain itu, ia meminta agar komoditas lain yang mendorong kenaikan inflasi terus dipantau dan harganya dikendalikan.

Tinggalkan komentar