Macet Parah di Sekitar GBK Jelang Laga Persija Vs Persib, Polisi Arahkan ke Jalur Busway

JAKARTA – Suasana lalu lintas di sekitar Stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta Pusat terpantau padat merayap pada Sabtu (12/9/2026) sore. Kemacetan parah terjadi menjelang pertandingan besar antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang dijadwalkan berlangsung sore ini.

Kepadatan kendaraan mulai terasa sejak area depan Markas Polda Metro Jaya. Sejumlah rombongan pendukung Persija, yang dikenal sebagai Jakmania, terlihat bergerak bersama menuju stadion menggunakan bus. Banyak di antara mereka yang membawa atribut khas seperti bendera oranye bertuliskan ‘Pantang Mundur Dukung Persija’ dan mengenakan seragam bernuansa oranye.

Situasi lalu lintas semakin memburuk saat mendekati kompleks GBK. Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian mengalihkan kendaraan yang menuju arah Slipi untuk menggunakan jalur busway. “Arah Slipi masuk jalur busway,” ujar seorang petugas di lokasi.

Beberapa pendukung Persija yang menggunakan bus bahkan memilih untuk turun dan melanjutkan perjalanan menuju GBK dengan berjalan kaki. Kendaraan yang berada di sekitar stadion bergerak sangat lambat, dengan kecepatan rata-rata tidak lebih dari 10 Km/jam.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menyatakan kesiapannya untuk memastikan kelancaran pertandingan tersebut. Pihak kepolisian mengimbau para penonton untuk tidak membawa barang-barang yang dapat membahayakan.

“Kami juga melakukan imbauan kepada seluruh penonton dan suporter untuk tidak membawa barang-barang yang berbahaya, seperti senjata api, senjata tajam, minuman beralkohol, botol, bahan yang dapat mengakibatkan ledakan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan pada Jumat (11/9).

Budi menekankan pentingnya ketertiban dan saling menghormati antar pendukung. Pihak kepolisian akan berjaga untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat DKI Jakarta atas potensi hambatan atau rekayasa lalu lintas yang mungkin terjadi selama perhelatan pertandingan.

“Semua adalah untuk memberikan ruang aman. Kegiatan seluruh masyarakat dapat berjalan aman dan tertib. Begitu juga dengan kegiatan persepakbolaan. Kita mengajak bersama-sama bahwa sportivitas nomor satu,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar