Luhut dan Gus Ipul Perluas Agen Perlinsos untuk Akses Bansos Digital

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mendorong percepatan perluasan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai upaya mendukung digitalisasi program bantuan sosial (bansos) yang ditargetkan meluncur secara nasional pada Oktober 2026. Dukungan dari jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah sangat diharapkan untuk memobilisasi agen-agen tersebut.

“Kita minta dorongan teman-teman TNI, Polri, untuk memobilisasi para agen-agen bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026). Pernyataan ini disampaikan saat memimpin rapat koordinasi percepatan piloting digitalisasi Perlinsos secara daring bersama Kementerian Sosial dan para gubernur, Pangdam, serta Kapolda wilayah Sumatra dan Jawa, pada Jumat (18/9).

Saat ini, tercatat sekitar 4,8 juta keluarga telah mendaftar melalui sistem perlindungan sosial. Pemerintah menargetkan jumlah ini melonjak menjadi 40-50 juta keluarga pada akhir 2026. “Kita berharap nanti waktu Presiden launching bulan Oktober, sebanyak mungkin kabupaten sudah bisa masuk,” tambah Luhut.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Luhut menginstruksikan gubernur dan pemerintah daerah untuk gencar menyosialisasikan informasi pendaftaran Agen Perlinsos melalui berbagai jaringan pemerintahan. Ia juga mengajak Pangdam dan Kapolda untuk mengerahkan personel di wilayah masing-masing, khususnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, agar turut berperan menjadi agen sekaligus membantu masyarakat dalam mengakses layanan perlindungan sosial.

Luhut menegaskan bahwa peran Agen Perlinsos sebatas membantu proses pendaftaran dan tidak menentukan kelayakan penerima bantuan. “Kelayakan tetap diperiksa oleh sistem yang terhubung dengan berbagai sumber data pemerintah,” jelasnya.

Perluasan jumlah Agen Perlinsos dinilai akan semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat. “Semakin banyak agen, semakin inklusif pendaftarannya. Semakin dekat layanan kepada rakyat. Dan semakin kuat suasana keadilan yang kita bangun bersama,” pungkas Luhut.

Senada dengan Luhut, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menekankan pentingnya digitalisasi perlindungan sosial untuk memperkuat akurasi data dan memastikan bansos tepat sasaran. Ia menilai pendataan manual tidak lagi memadai karena memakan waktu dan sumber daya yang besar.

“Bapak Presiden menugaskan Pak Luhut bersama kita semua sebagai anggota untuk mempercepat pelaksanaan digitalisasi bansos. Karena tidak mungkin kita mengandalkan dengan cara-cara manual lagi. Di samping tidak efisien, memerlukan waktu yang cukup lama,” ujar Gus Ipul.

Melalui digitalisasi, pemerintah juga berupaya meminimalkan exclusion error, yaitu kondisi di mana keluarga yang seharusnya menerima bantuan justru tidak tercatat. Masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial didorong mendaftar melalui portal yang disediakan, termasuk melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga dengan melibatkan Agen Perlinsos untuk membantu tetangga di lingkungan sekitar.

“Kita harapkan yang didaftarkan itu adalah orang yang kenal agen Perlinsos. Artinya, kita ingin memastikan bahwa agen perlinsos dan yang didaftarkan itu saling mengenal. Untuk memastikan bahwa ini tidak disalahgunakan oleh agen-agen perlinsos,” jelas Gus Ipul.

Keberadaan agen dinilai krusial karena belum semua masyarakat cakap menggunakan layanan digital. Sebagian tidak memiliki ponsel pintar, sementara yang lain memiliki perangkat namun belum terampil mengoperasikannya.

Saat ini, jumlah Agen Perlinsos telah mencapai sekitar 196 ribu orang. Gus Ipul berharap angka ini terus bertambah agar masyarakat dari keluarga miskin, miskin ekstrem, kelompok rentan, hingga penyandang disabilitas dapat lebih mudah mengakses layanan perlindungan sosial.

Gus Ipul menegaskan bahwa Agen Perlinsos berstatus relawan tanpa honorarium. Mereka dilarang memungut biaya atau memanipulasi data. “Agen adalah relawan, tidak dibayar, dan tidak boleh memungut upah, tidak boleh memanipulasi data. Tugasnya hanya membawa data-data itu masuk dalam sistem digital kita,” tegasnya.

Sebagai ilustrasi, Gus Ipul menceritakan pemutakhiran data Sri Dwi Rianti di Bogor. Setelah melengkapi data dan mengajukan sanggahan, status kelayakannya berubah dalam sistem digital hanya dalam waktu sekitar 11 menit. “Ini sekadar contoh saja bahwa juga tidak memerlukan waktu lama jika kita mencukupi seluruh data-data yang diperlukan,” katanya.

Gus Ipul mengajak pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk bersama-sama memperluas jumlah Agen Perlinsos dan menemukan masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial. “Kami mohon dukungan, bantuan Bapak-Ibu sekalian, khususnya Kapolda, Pangdam, dan seluruh jajaran Pemda. Mari bersama-sama gandeng tangan untuk mensosialisasikan digitalisasi bansos dan mengajak relawan-relawan untuk menjadi Agen Perlinsos,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar menjadi Agen Perlinsos, berikut langkah-langkahnya:

  • Pastikan memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
  • Buka Portal Perlinsos Digital Agen di agent-perlinsos.kemensos.go.id.
  • Klik “Daftar Menjadi Agen”.
  • Lengkapi data diri dan lakukan verifikasi wajah.
  • Setujui Pernyataan Komitmen Agen.
  • Selesai.

Setelah tahapan tersebut, pendaftar resmi menjadi Agen Perlinsos.

Tinggalkan komentar