PANDIKANG – Upaya pencarian delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau memasuki hari keenam tanpa hasil positif. Tim SAR gabungan hanya menemukan sejumlah barang yang diduga milik rombongan tersebut, termasuk terpal, life jacket, dan satu galon air mineral.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa penemuan barang-barang tersebut tersebar di beberapa lokasi. Pada Minggu (13/9/2026) pagi, KRI Teluk Gilimanuk melaporkan penemuan life jacket dan satu botol di perairan Pulau Sangiang. Sementara itu, terpal ditemukan oleh RIB 02 Lampung di sekitar Pulau Sebesi.
Penemuan life jacket juga dilaporkan oleh KAL Anyer di perairan Legok Belimbing, Lampung, dan oleh KM Bima di sekitar Pulau Rakata. Al Amrad belum dapat memastikan apakah barang-barang yang ditemukan ini terkait langsung dengan kapal Arupadhatu I yang ditumpangi oleh rombongan jurnalis dan kru kapal tersebut.
Seluruh barang bukti yang ditemukan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses identifikasi lebih lanjut. “Pelaksanaan operasi SAR pada hari ini, objek-objek telah kami serahkan kembali kepada pihak yang berwenang dalam hal ini kepolisian untuk menindaklanjuti,” ujar Al Amrad.
Hingga kini, tim gabungan belum menemukan titik terang mengenai keberadaan delapan orang yang hilang. Operasi pencarian hari ini masih nihil dalam menemukan korban. Dalam mendukung proses pencarian, tim SAR menerjunkan sebanyak 14 armada alutsista.
Diketahui, lima jurnalis yang hilang kontak adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang berstatus freelance. Tiga awak kapal yang turut hilang adalah Warta selaku kapten, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto yang bertugas sebagai guide.