Pandeglang – Pihak keluarga Sukarman, anak buah kapal (ABK) yang hilang bersama lima jurnalis di perairan dekat Gunung Anak Krakatau (GAK), terus menanti kabar baik. Mereka berharap Sukarman dan rombongan segera pulang dalam keadaan selamat.
“Masih terus menunggu kabar baik, mudah-mudahan pulang dengan selamat,” ujar anak Sukarman, Yayat Suryadi, di Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu (12/9/2026).
Yayat menjelaskan bahwa ayahnya telah lama bekerja sebagai ABK di kapal Arupadhatu I, yang disewa oleh para jurnalis untuk kegiatan peliputan. “Bekerja sudah lama jadi ABK. Kalau ada tamu atau wisatawan yang berangkat menggunakan kapal, dia ikut, satu paket sama Warta (kapten kapal),” tuturnya.
Yayat mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai keberangkatan ayahnya pada Senin (7/9) ke area perairan Selat Sunda. Ia hanya mengetahui bahwa ayahnya dijadwalkan berlayar ke perairan Ujung Kulon pada Selasa (8/9).
“Hari Senin itu trip dadakan, trip kilat, nggak bawa baju, nggak ada persiapan apa-apa. Setahu saya besoknya hari Selasa dia jadwal ke Ujung Kulon,” ungkap Yayat.
Hingga memasuki hari kelima pencarian, Sukarman, Warta selaku kapten kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu (guide) belum juga ditemukan. Yayat menduga mereka bersama kelima jurnalis tersebut terbawa arus ke perairan samudra, bahkan hingga laut lepas.
“Misterius, tidak ada tanda-tanda. Kalau ada trouble di laut, biasanya ada barang-barang atau serpihan terlihat mengapung, ini kan tidak ada. Kemungkinan terbawa ke laut lepas, sinyal susah,” ucapnya.