NGANJUK – Kebakaran yang melanda puncak Gunung Wilis, yang berada di perbatasan wilayah Kabupaten Nganjuk dan Ponorogo, Jawa Timur, dilaporkan meluas. Data terbaru menunjukkan terdeteksinya 29 titik panas atau hotspot di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa puluhan hotspot tersebut terpantau tersebar di wilayah Kabupaten Nganjuk, Ponorogo, dan Madiun. Pemantauan ini dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan aktivitas kebakaran di kawasan Gunung Wilis.
“Hasil pemantauan terbaru menunjukkan 29 titik panas (hotspot) terdeteksi di kawasan Puncak Gunung Wilis dan wilayah sekitarnya,” ujar Masun pada Jumat (18/9/2026).
Ia merinci sebaran hotspot tersebut, mencakup 27 titik di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Sementara itu, dua titik lainnya terdeteksi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Masun menambahkan bahwa jumlah hotspot di wilayah Nganjuk mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode pemantauan sebelumnya. Jika sebelumnya hanya terdeteksi delapan titik panas, kini jumlahnya melonjak menjadi 27 titik.
Selain peningkatan jumlah titik panas, petugas juga masih mengamati adanya kepulan asap yang berasal dari kawasan lereng Gunung Wilis. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena mengindikasikan adanya perkembangan aktivitas kebakaran yang lebih aktif.
“Kepulan asap juga masih terpantau dari kawasan lereng Gunung Wilis. Peningkatan jumlah hotspot yang disertai pengamatan visual asap menunjukkan indikasi perkembangan dan perluasan aktivitas kebakaran di kawasan tersebut,” jelas Masun.