Identitas Jenazah di Enggano Tak Cocok dengan Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

JAKARTA – Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano tidak menunjukkan kesesuaian dengan data antemortem rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, proses identifikasi lebih lanjut melalui tes DNA akan tetap dilaksanakan untuk memastikan identitasnya.

Dokter spesialis forensik RS Bhayangkara Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, menyatakan bahwa tidak ada penyesuaian antara data antemortem jenazah dengan data rombongan jurnalis yang hilang. Ia menambahkan, pakaian yang dikenakan jenazah juga tidak sesuai dengan deskripsi rombongan tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, jenazah yang ditemukan memiliki kulit putih dan hanya mengenakan celana berwarna biru dan putih. Saat ini, Polda Banten telah mengirimkan data DNA keluarga korban hilang ke Polda Bengkulu untuk keperluan pencocokan dengan jenazah yang ditemukan. Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan bahwa Polda Banten terus memberikan dukungan dalam proses identifikasi dengan menyiapkan data yang diperlukan sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI). “Data antemortem dari keluarga korban kami bantu sampaikan kepada Tim DVI Polda Bengkulu untuk menjadi bahan pembanding dalam proses identifikasi. Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu,” ujar Maruli.

Polda Banten berharap dukungan data ini dapat mempercepat proses identifikasi dan memberikan kepastian mengenai identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano. Diketahui, lima jurnalis dan tiga kru kapal berangkat menuju sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Rombongan tersebut kemudian dinyatakan hilang dan proses pencarian oleh Tim SAR dimulai pada Selasa (8/9).

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang adalah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Tiga kru kapal yang juga hilang adalah Warta/Surahman (kapten kapal), Sukarman (anak buah kapal/ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Tinggalkan komentar