Hujan di Jakarta Akibat Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Detail Operasi

DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya dilanda hujan pada Jumat dan Sabtu, 18-19 September. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa hujan tersebut merupakan dampak dari pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Sekretaris Utama (Sestama) BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa program modifikasi cuaca ini telah berlangsung selama tiga hari, dari 18 hingga 20 September. Program ini memiliki dua posko utama: satu di wilayah DKI Jakarta dengan basis di Pondok Cabe, dan satu lagi untuk Jawa Barat yang berpusat di Husein Sastranegara, Bandung.

Guswanto menambahkan bahwa pelaksanaan modifikasi cuaca ini didorong oleh adanya dinamika atmosfer Kelvin yang sedang melintasi wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Operasi ini terbukti berhasil dalam menciptakan curah hujan di beberapa area.

Pendanaan untuk operasi modifikasi cuaca di Jakarta bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat, pembiayaan berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Di Pondok Cabe ada 1 memanfaatkan pesawat Cessna Grand Caravan C208B yaitu pembiayaan dari BPBD DKI ya. Sedangkan wilayah Jawa Barat itu posko di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara Bandung itu mengoperasikan pesawat Casa 212-200 melalui pembiayaan Perum Jasa Tirta II,” ujar Guswanto.

Secara terpisah, Guswanto memprediksi bahwa musim hujan di Jakarta akan dimulai secara bertahap pada pertengahan hingga akhir Oktober. Puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2027.

Sebelumnya, hujan dilaporkan mengguyur wilayah Depok dan Bogor pada Jumat (18/9) malam. Pada Sabtu (19/9) sore, hujan juga sempat turun di wilayah Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Depok.

Tinggalkan komentar