Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo Segera Diumumkan, Polisi Tunggu Jadwal Forensik

JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya masih berupaya menyesuaikan jadwal pengumuman hasil ekshumasi jenazah Sutrimo. Pihak kepolisian terus melakukan koordinasi dengan tim dokter forensik medikolegal serta kuasa hukum keluarga almarhum Sutrimo untuk menentukan waktu yang tepat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan menjadwalkan pertemuan dengan tim dokter forensik. Selain itu, pihak kuasa hukum dan keluarga almarhum Sutrimo juga akan dipanggil untuk menyepakati jadwal pengumuman tersebut.

“Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan berkoordinasi mencari waktu bersama tim dokter forensik medikolegal terkait tentang jadwal. Begitu juga akan memanggil dari pihak kuasa hukum, pihak keluarga almarhum Sutrimo. Ini akan dijadwalkan,” ujar Budi Hermanto kepada wartawan di kawasan Bundaran HI pada Kamis (24/9/2026).

Budi mengakui adanya harapan publik yang besar agar hasil ekshumasi dapat disampaikan secara transparan. Namun, kesibukan agenda kegiatan masyarakat yang juga harus dilaksanakan dengan baik menjadi salah satu faktor yang membuat pengaturan jadwal masih dalam proses pembahasan antara Ditreskrimum dan tim dokter forensik.

Meskipun demikian, Budi berharap pengumuman tersebut dapat segera dilakukan pada minggu ini. Ia menegaskan bahwa pengumuman akan disampaikan setelah menyesuaikan dengan situasi dan aktivitas masyarakat.

“Ya, mudah-mudahan di dalam minggu ini, melihat bagaimana situasi kegiatan aktivitas masyarakat. Pasti akan kami sampaikan,” tuturnya.

Proses ekshumasi jenazah Sutrimo sendiri telah dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (12/8). Ekshumasi berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam, dimulai dari pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.

Menurut penjelasan tim dokter forensik, saat meninggal Sutrimo diketahui mengeluarkan busa dari mulut dan hidungnya. Namun, kondisi tersebut sudah tidak terlihat saat proses ekshumasi berlangsung. Ketua Tim Dokter Forensik, Prof Yudi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan sampel melalui swab untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

“Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada,” kata Prof Yudi dalam konferensi pers pada Rabu (12/8).

“Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men-swab ya, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini,” tambahnya.

Sutrimo sendiri ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Ia kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Tinggalkan komentar