LAMPUNG SELATAN – Fenomena alam unik terjadi di dekat kawasan Gunung Anak Krakatau. Sebuah daratan baru dengan luas mencapai 30,3 hektare telah muncul di antara Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung yang terletak di Selat Sunda.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengonfirmasi kemunculan daratan tersebut. “Ya, hasil dari letusan kemarin itu. Kurang lebih 30,3 hektare,” ujarnya, seperti dilaporkan oleh detikSumbagsel pada Rabu (23/9/2026).
Daratan baru ini terbentuk dari akumulasi material vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Anak Krakatau selama periode aktivitas erupsi. Material tersebut secara bertahap menumpuk dan membentuk daratan baru di kawasan sekitar gunung api.
Suwarno menjelaskan bahwa pembentukan daratan ini tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan hasil penumpukan material erupsi yang terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir. Kemunculan daratan ini sempat memunculkan narasi tentang ‘cucu Krakatau’.
Namun, Suwarno menekankan bahwa kemunculan daratan akibat endapan material erupsi tidak secara otomatis menandakan adanya gunung api baru. Ia menambahkan bahwa pergerakan magma di bawah permukaan bumi memiliki jalur yang kompleks dan tidak dapat diprediksi hanya dari perubahan di permukaan. “Ya, namanya magma gitu kan, dia mencari celah-celah yang lebih ringan akan keluar,” jelasnya.