Duta Genre: Jembatan Remaja Menuju Masa Depan Berkualitas

Jakarta – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI (Kemendukbangga/BKKBN) mengembangkan program Generasi Berencana (Genre) untuk mendampingi generasi muda Indonesia. Program ini menempatkan Duta Genre sebagai penggerak perubahan, yang berperan sebagai teladan sekaligus konselor sebaya bagi remaja.

Remaja dihadapkan pada lima transisi kehidupan krusial: menerapkan pola hidup sehat, melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, melangsungkan pernikahan, hingga menjadi anggota masyarakat. Duta Genre diharapkan dapat memengaruhi teman sebaya untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas Genre, termasuk promosi dan edukasi mengenai pencegahan seks bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan NAPZA.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) dan Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, menjelaskan bahwa Duta Genre adalah simbol generasi berencana. “Duta Genre adalah simbol (representasi) generasi berencana yang diharapkan dapat memengaruhi teman sebaya, bisa mengajak sesama remaja untuk melakukan hal-hal yang berkenaan dengan tugas-tugas Genre (melakukan promosi dan edukasi), antara lain tidak melakukan seks bebas, tidak melakukan pernikahan dini, dan tidak menyalahgunakan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain). Dengan mengerjakan ketiga hal tadi, diharapkan kualitas remaja Indonesia akan terjaga,” tutur Wihaji dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji saat wawancara di salah satu program televisi swasta pada Rabu (23/9). Selain menjadi figur teladan, Duta Genre juga berfungsi sebagai pendidik sebaya setelah mengikuti pelatihan dengan modul dan kurikulum standar.

Pendidik sebaya yang memiliki upaya dan motivasi tinggi untuk memberikan konseling bagi kelompok remaja sebaya, serta telah mengikuti pelatihan konseling, nantinya dapat menjadi konselor sebaya di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). PIK-R menyediakan ruang bagi remaja untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk masalah penggunaan gadget.

“PIK-R ini memberikan ruang bagi anak-anak remaja dengan berbagai tantangan yang dihadapi, seperti penggunaan gadget, untuk memperoleh solusi. PIK-R terdapat di komunitas remaja dan di sekolah, termasuk Sekolah Rakyat,” jelas Wihaji.

Duta Genre memiliki masa jabatan selama setahun setelah terpilih. Dalam puncak Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre Nasional (ADUJAKNAS) 2026, terpilih Juara 1 Putra Duta Genre Indonesia Tahun 2026 dari Provinsi Jawa Tengah, Arya Fatikh Izzan, dan Juara 1 Putri Duta Genre Indonesia Tahun 2026 dari Provinsi Jawa Barat, Roidah Aisyi Shofwah.

Setelah masa jabatan berakhir, Duta Genre diharapkan tetap dapat menginspirasi perencanaan masa depan dengan terus mengajak remaja lain untuk melewati lima transisi kehidupan dan merencanakan kehidupan keluarga yang berkualitas.

Tinggalkan komentar