JAKARTA – Indonesia dan Bulgaria sepakat menjajaki perluasan akses pasar produk pangan dan pertanian kedua negara. Kesepakatan ini juga membuka peluang investasi serta kerja sama teknologi di sektor pangan.
Pembahasan ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi dan Industri Bulgaria, Alexander Poulev, pada Senin (14/9).
Dalam dialog tersebut, Indonesia mengajukan sejumlah produk unggulannya untuk diperluas pasarnya di Bulgaria dan Eropa. Produk-produk tersebut meliputi kakao, kelapa, minyak sawit, dan produk pangan bersertifikasi halal. Bulgaria dipandang sebagai lokasi strategis untuk menjadi gerbang masuk produk Indonesia ke pasar Eropa.
Selain itu, Indonesia juga menawarkan peluang investasi kepada Bulgaria dalam pengembangan sektor peternakan sapi dan teknologi pengolahan susu di tanah air.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat industri pangan nasional sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Kemenko Pangan, Gunawan, dalam keterangannya pada Selasa (15/9/2026).
Di sisi lain, Bulgaria menyampaikan ketertarikannya untuk menyediakan sejumlah komoditas pangan bagi pasar Indonesia. Komoditas yang ditawarkan mencakup susu, daging sapi, jagung, dan tepung terigu. Bulgaria juga menyatakan kesiapannya untuk mendorong investasi dan transfer teknologi di bidang pertanian dan pangan.
Kedua negara melihat potensi kerja sama perdagangan ini sebagai hubungan yang saling menguntungkan. Indonesia berpotensi menjadi pintu masuk bagi produk Bulgaria ke pasar Asia Tenggara, sementara Bulgaria dapat menjadi akses strategis bagi produk Indonesia untuk menembus pasar Eropa.
“Kerja sama selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis yang mencakup perdagangan, investasi, ketahanan pangan, teknologi pertanian, pengolahan pangan, sertifikasi halal, serta pengembangan rantai pasok pangan,” tutur Gunawan.