Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan tenaga ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat untuk mendukung misi penyelamatan Kapal Virgo Transport 8. Keterlibatan ahli asing ini diperlukan untuk menunjang proses salvage, yaitu evakuasi kapal beserta muatannya, yang dinilai membutuhkan teknologi dan keahlian khusus.
Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii menjelaskan bahwa proses salvage, termasuk mengangkat kerangka kapal dengan mempertimbangkan rintangan di bawah air, merupakan operasi yang kompleks. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng pihak eksternal untuk membantu.
“Kita berupaya secepat sehingga tidak hanya melibatkan warga lokal, tapi kita juga menghadirkan tenaga ahli dari luar negara Indonesia. Yang hari ini hadir adalah dari Hong Kong dan Amerika,” ujar Syafii.
Menurut Syafii, posisi kapal terus mengalami perubahan sejak insiden terjadi. Kapal yang awalnya diperkirakan mengapung di kedalaman 21 meter, kini telah bergeser hingga berada di kedalaman sekitar 29 meter.
“Proses salvage ini tidak mudah dan kami tidak ingin berlama-lama. Karena makin hari ada pergeseran-pergeseran kapal, dari yang sebelumnya masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bisa bergeser sekarang di kedalaman 29 meter,” jelas Syafii.
Selain mendatangkan ahli dari luar negeri, Basarnas juga akan melibatkan ahli dari Indonesia sebagai bagian dari proses pembelajaran dalam operasi salvage ini.