China Perkuat Militer dengan Akademi Khusus AI, Drone, dan Robotika

Militer China mendirikan sejumlah sekolah tinggi spesialis teknologi tinggi seperti drone dan AI, seiring modernisasi dan kebutuhan strategis negara.

China Perkuat Militer dengan Akademi Khusus AI, Drone, dan Robotika
Foto: REUTERS/Maxim Shemetov

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah mendirikan beberapa sekolah tinggi militer yang berfokus pada teknologi canggih, termasuk drone dan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi militer yang komprehensif, sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP).

Peresmian sekolah-sekolah baru ini dilakukan pada 30 September 2026. Di bawah Universitas Teknik Angkatan Darat PLA, dibentuk Sekolah Tinggi Teknik Pesawat Tak Berawak dan Intelijen, serta dua sekolah tinggi bintara yang berfokus pada pendukung tempur dan peralatan. Pendirian dua perguruan tinggi bintara tersebut menggarisbawahi fokus PLA dalam membangun tenaga kerja militer yang lebih profesional dengan keterampilan teknis dan operasional khusus di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Universitas Pertahanan Nasional (NDU), akademi tertinggi PLA, meresmikan Sekolah Tinggi Pengawasan Disiplin, Inspeksi, Hukum dan Politik di kampus Xian, Provinsi Shaanxi. Pembentukan sekolah ini dilakukan di tengah kampanye antikorupsi besar-besaran di dalam PLA. “Sekolah-sekolah ini akan memikul tanggung jawab penting dalam mendidik personel yang berdisiplin dan berintegritas hukum, secara aktif membina lingkungan yang bersih dan jujur, serta secara komprehensif mempelopori fase pembangunan baru,” ujar komisaris politik NDU Xia Zhihe dalam upacara peresmian.

Universitas Teknik Pasukan Pendukung Logistik Gabungan PLA, yang diluncurkan pada 2025, juga mengumumkan penambahan empat perguruan tinggi dan satu institut baru di bawah naungannya. Pendirian sekolah-sekolah militer ini bertepatan dengan rencana Menteri Pertahanan Amerika Serikat yang mengumumkan pembentukan Komando Perang Otonom untuk mempercepat pengembangan drone, AI, dan sistem robot di militer AS.

Sebelumnya, sektor sipil di China juga telah menunjukkan perkembangan pesat dalam program studi baru, terutama di bidang AI. Sejumlah universitas telah meluncurkan program sarjana yang berfokus pada kecerdasan terwujud (embodied AI), ekonomi dan manajemen ketinggian rendah, serta intelijen maritim dan teknologi tanpa awak. Inisiatif ini sejalan dengan kebutuhan strategis dan industri China yang sedang berkembang, sebagaimana tercatat dalam katalog terbaru Kementerian Pendidikan China (MOE).

Ekonomi ketinggian rendah mengacu pada ekosistem ekonomi yang berpusat pada aktivitas, bisnis, dan layanan di bawah ketinggian 3.000 meter dari permukaan tanah. Sektor ini didorong oleh kemajuan teknologi drone dan mencakup aplikasi seperti transportasi udara perkotaan, logistik, pertanian, dan layanan darurat, memanfaatkan pesawat ketinggian rendah seperti drone dan kendaraan electric vertical take-off and landing (eVTOL).

Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030) untuk pembangunan ekonomi dan sosial juga menekankan perluasan penerimaan mahasiswa di pendidikan tinggi berkualitas, dengan fokus pada program-program yang berkaitan dengan sains, teknik, pertanian, dan kedokteran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *