Penumpang KRL Commuter Line 1641 rute Rangkasbitung-Tanah Abang mendadak panik saat asap tebal mengepul dari salah satu gerbong perempuan di Stasiun Rawa Buntu, Kamis (17/9/2026). Asap tersebut ternyata berasal dari ponsel yang terbakar di dalam tas salah seorang penumpang.
Eka Rizky Nuraeni, salah seorang penumpang, menceritakan suasana mencekam saat kejadian. Ia yang baru saja turun di Stasiun Rawa Buntu awalnya mendengar teriakan dari dalam gerbong. “Saya turun di Stasiun Rawa Buntu dari pintu gerbong paling depan, gerbong perempuan. Biasanya setelah turun saya langsung tap out, tapi tadi saya sempat berhenti sebentar di peron untuk beresin barang. Pas lagi beresin barang, tiba-tiba saya dengar ada yang teriak. Awalnya saya pikir teriakan biasa karena kondisi stasiun memang ramai,” kata Eka.
Teriakan itu semakin kencang dan disusul kepanikan penumpang yang berlarian keluar gerbong. “Ternyata setelah saya lihat, yang teriak berasal dari pintu bagian belakang gerbong perempuan pertama, yang gerbongnya sama dengan saya. Setelah itu penumpang dari dalam gerbong langsung banyak yang keluar dan ada yang teriak kebakaran,” ujarnya.
Asap pekat terlihat mengepul dari pintu gerbong, membuat banyak pengguna KRL panik dan berhamburan keluar stasiun. Beberapa penumpang yang awalnya hendak naik kereta pun ikut keluar bahkan langsung melakukan tap out untuk meninggalkan stasiun. “Yang saya lihat memang ada asap yang keluar dari pintu gerbong dan penumpang langsung panik, berlarian keluar. Bahkan ada beberapa orang yang awalnya mau naik kereta justru ikut keluar sampai ada yang langsung tap out meninggalkan stasiun,” ujar Eka.
Petugas keamanan dan *housekeeping* segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Eka menduga mereka hendak mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau perlengkapan lainnya. “Saya juga sempat melihat security dan petugas housekeeping bergerak cepat ke arah ruangan tiket. Saya kurang tahu apakah mereka mengambil APAR atau perlengkapan lain karena setelah itu saya sudah tidak memperhatikan lagi dan langsung tap out,” ungkapnya.
Eka mengaku kaget dengan insiden tersebut. Selama tujuh tahun menggunakan KRL, baru kali ini ia mengalami kejadian serupa. “7 tahun pakai KRL, baru banget sih nemu kejadian kayak barusan,” ucapnya.
Penumpang lain bernama Vingky menambahkan bahwa suasana sempat menjadi kacau balau karena penumpang berbondong-bondong keluar dari kereta. Kereta sempat tertahan dan tidak diberangkatkan. “Kereta datang sekitar jam 6.50 WIB, setelah pintu kereta ditutup tiba-tiba di deket bangku prioritas ada mba-mba teriak ‘Ada asap’, akhirnya semua pada teriak dan gedor-gedor pintu kereta, akhirnya kereta tertahan tidak diberangkatkan dan pintu terbuka tapi tidak semua,” ujar Vingky.
Akibat kejadian itu, terjadi saling dorong antar penumpang di Stasiun Rawa Buntu. Sejumlah barang, mulai dari ponsel hingga sandal, dilaporkan berjatuhan ke peron. “Akhirnya berdesakan dan saling dorong-dorong. Di ujung pintu karena banyak sekali orang akhirnya banyak yang terjatuh sampai banyak juga HP, sandal dan barang-barang lain banyak yang terjatuh di bawah peron kereta. Keadaan chaos banget karena saling dorong-dorong. Sekitar 15 menitan sudah kondusif dan kereta diberangkatkan,” katanya.
Manajer Humas KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa asap berasal dari dua unit *handphone* milik penumpang yang terbakar di dalam tas. Petugas keamanan yang melihat tas mengeluarkan asap segera mengamankan tas tersebut ke peron. “Petugas segera membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line dan mengamankan tas berisikan gadget yang mengeluarkan asap. Petugas juga memberikan imbauan kepada penumpang agar tetap tenang dan tidak panik saat keluar dari rangkaian kereta,” ujar Leza.
Berdasarkan keterangan awal, salah satu ponsel di dalam tas tersebut digunakan sebagai *hotspot*. KAI Commuter masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait kejadian ini. “Petugas selanjutnya melakukan koordinasi dengan Kepala Stasiun untuk meminta keterangan dari penumpang yang tasnya teridentifikasi mengeluarkan asap dari HP-nya itu. Berdasarkan keterangan yang didapat bahwa salah satu perangkat ponselnya sedang digunakan sebagai hotspot, sementara kedua perangkat berada di dalam tas. KAI Commuter masih melakukan penanganan dan koordinasi terkait kejadian tersebut,” jelas Leza.