Pandeglang – Yayat Suryadi, putra dari Sukarman (60 tahun), salah satu ABK yang hilang kontak bersama lima jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau, mengungkapkan harapannya untuk segera mendengar kabar baik. Selama masa pencarian ayahnya, Yayat telah berupaya mencarinya di sekitar perairan Selat Sunda.
“Pas hari ketiga itu hari Kamis, saya mencoba mencari bapak saya ke Gunung Anak Krakatau, namun tidak ada,” kata Yayat Suryadi di Pantai Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).
Namun, saat mendekati area Gunung Anak Krakatau, Yayat menjelaskan bahwa proses pencarian terhambat oleh cuaca ekstrem dan tebalnya abu vulkanik yang menyulitkan visibilitas.
“Pas ke sana ada erupsi, tapi nggak kayak kemarin,” ucapnya, merujuk pada aktivitas vulkanik yang terjadi.
Yayat mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan ayahnya pergi ke area perairan Selat Sunda pada Senin (7/9). Ia hanya mengetahui bahwa ayahnya memiliki jadwal berlayar ke perairan Ujung Kulon pada Selasa (8/9).
“Hari Senin itu trip dadakan, trip kilat, nggak bawa baju, nggak ada persiapan apa-apa. Setahu saya besoknya hari Selasa dia jadwal ke Ujung Kulon,” katanya.
Hingga pencarian memasuki hari kelima, Sukarman, Warta selaku kapten, dan Heriyanto sebagai pemandu (guide) belum juga ditemukan. Yayat memprediksi mereka dan kelima jurnalis yang ikut terbawa arus ke perairan Samudera Hindia, bahkan hingga laut lepas.
“Misterius, tidak ada tanda-tanda. Kalau trouble di laut, ada barang-barang atuh, serpihan terlihat mengapung, ini kan nggak ada. Kemungkinan terbawa ke laut lepas, sinyal susah,” ucapnya, menggambarkan minimnya jejak yang ditemukan.
Hingga kini, Yayat masih terus menunggu kepulangan ayahnya dan berharap semua yang hilang dapat kembali dengan selamat.
“Masih terus menunggu kabar baik, mudah-mudahan pulang dengan selamat,” ujarnya penuh harap.
Diketahui, Sukarman dilaporkan hilang bersama Warta selaku kapten dan Heriyanto selaku pemandu. Mereka sedang membawa lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) menggunakan speedboat Arupadhatu I.