JAKARTA – PT PAM Jaya mencatat bahwa sekitar 87 persen wilayah di Jakarta telah terjangkau layanan air perpipaan. Namun, angka ini masih menyisakan sekitar 13 persen warga yang belum menjadi pelanggan perusahaan penyedia air minum tersebut.
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam perluasan cakupan layanan terutama terfokus di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. “Kalau kita hitung tadi ada 13 persen yang belum menjadi pelanggan PAM Jaya, khususnya di selatan dan timur Jakarta,” ujar Syahrul di Kantor PAM Jaya, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Beberapa kecamatan yang masih menjadi area fokus meliputi Jagakarsa, Cilandak, Pasar Rebo, dan Kramat Jati. Syahrul mengidentifikasi salah satu alasan utama warga di daerah tersebut belum beralih ke PAM Jaya adalah karena mereka masih mengandalkan sumber air alternatif, terutama air sumur. “Kenapa? Karena warga Jakarta masih confident menggunakan sumber air lain, yaitu air berbasis air sumur,” jelasnya.
PAM Jaya mengingatkan bahwa penggunaan air tanah secara masif memiliki keterbatasan dan dapat menimbulkan dampak negatif. Eksploitasi air tanah yang berlebihan, menurut Syahrul, dapat menyebabkan penurunan muka tanah yang signifikan. “Kalau akuifer kita eksploitasi terus, kita sedot, yang terjadi seperti DKI Jakarta. Apa? Land subsidence, permukaan tanahnya turun,” ungkapnya.
Syahrul menegaskan bahwa PAM Jaya tidak mengambil air dari sumber air tanah, melainkan mengelola air yang bersumber dari permukaan. “Makanya PAM Jaya itu kan tidak mengambil air dari air tanah, tetapi kita mengolah air dari air permukaan,” sambungnya.
Di samping itu, PAM Jaya terus berupaya mendorong warga yang belum terlayani untuk segera mendaftarkan diri sebagai pelanggan. Upaya sosialisasi perluasan layanan telah dilakukan secara merata di seluruh kelurahan di Jakarta. “Secara marketing kami sudah lakukan hampir di seluruh kelurahan, di 267 kelurahan, di hampir 15.000 RW sudah kita masuki untuk kemudian memberikan feedback agar kita bisa melakukan percepatan layanan menjadi pelanggan PAM Jaya,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat yang saat ini masih menggunakan air sumur dapat mempertimbangkan penggunaan air perpipaan PAM Jaya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. “Kami sudah melakukan sosialisasi di 267 kelurahan berbasis 15.000 RW atau RT. Mudah-mudahan dengan momen ini kita bisa mendapatkan feedback positif dari warga Jakarta untuk kemudian segera mendaftarkan diri,” imbuhnya.