Partai Amanat Nasional (PAN) akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-28. Perayaan yang awalnya dijadwalkan pada Agustus ini harus diundur ke tanggal 18 September karena padatnya agenda kenegaraan.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan bahwa acara tersebut akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, para menteri dan perwakilan dari partai-partai koalisi lainnya juga diundang untuk hadir.
“Insyaallah akan dihadiri oleh Bapak Presiden besok. Juga akan dihadiri oleh para menteri, bisa juga mengundang teman-teman koalisi partai lain juga hadir besok,” kata Zulhas dalam keterangan yang diterima, Kamis (17/9/2026).
Zulhas, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, menyatakan bahwa usia 28 tahun perjalanan partai merupakan simbol perjuangan tanpa batas untuk masyarakat. Ia menekankan kesetiaan kader dalam mengawal koalisi bersama Prabowo Subianto yang telah membuahkan hasil setelah melalui tiga kali kontestasi politik sebelumnya.
“Ya, kita harus terus konsisten karena terutama dengan berpihak tanpa Prabowo, karena kami nunggunya enggak tidak sebentar ya, dan kita ini mengalami apa namanya itu jatuh bangun koalisi dengan Prabowo ini kan kami tiga kali ya,” ungkap Zulhas.
Ia menegaskan bahwa kemenangan pada pemilu kali ini menjadi pembuktian bagi arah kebijakan partai. Seluruh program kerja yang telah disusun dipastikan harus berjalan sukses demi mewujudkan kesejahteraan rakyat secara nyata di berbagai sektor.
“Tiga kali ini baru menang sekarang gitu. Oleh karena itu, buat Partai Amanat Nasional kebijakan-kebijakan yang kita kerjakan ini tidak boleh gagal, kita harus berhasil, karena tadi itu, tiga kali baru ini berhasil ya,” tambahnya.
Zulhas menambahkan bahwa PAN senantiasa memegang teguh platform perjuangan yang berlandaskan konstitusi dan kepentingan rakyat banyak. Nilai-nilai dasar tersebut meliputi pengawalan terhadap Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, perwujudan kedaulatan pangan, hingga penegakan keadilan sosial.
Kesetiaan kader terhadap garis perjuangan partai terbukti konsisten dalam memperjuangkan nasib jutaan petani di berbagai daerah. Konsistensi politik ini menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pro-rakyat demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.