JAKARTA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, melontarkan candaan terkait kontestasi pemilihan presiden (pilpres) dalam acara puncak HUT ke-28 PAN di JCC, Jakarta, pada Jumat (18/9/2026). Zulhas menyatakan bahwa dirinya dan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tidak berniat maju sebagai calon presiden (capres), namun menyebut Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, masih dalam tahap pertimbangan.
Dalam pidatonya, Zulhas terlebih dahulu menyapa Bahlil. Ia menyampaikan kesepakatan antara dirinya dan Bahlil bahwa sebaiknya kursi kepresidenan tetap diduduki oleh Prabowo Subianto. “Pak Bahlil sama saya sepakat, presiden biar Pak Prabowo saja Pak ya. Cocok?,” ujar Zulhas yang disambut gelak tawa.
Selanjutnya, Zulhas menyapa Cak Imin yang juga hadir dalam acara tersebut. Ia mengidentifikasi kesamaan antara dirinya, Bahlil, dan Cak Imin sebagai pendukung cita-cita Prabowo. “Pak presiden sebetulnya Gus Muhaimin, Pak Bahlil, kami sama Pak. Pendukung cita-cita bapak Prabowo,” tuturnya.
Namun, Zulhas kemudian mengemukakan adanya sedikit perbedaan di antara mereka. Ia mengindikasikan bahwa dirinya dan Bahlil kemungkinan besar tidak akan maju sebagai calon presiden, sementara Cak Imin disebutnya masih dalam proses memikirkannya. “Cuman bedanya sedikit, Pak Bahlil sama saya mungkin nggak nyapres, kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir Pak,” katanya.
Menanggapi candaan tersebut, Bahlil terlihat tertawa, sementara Cak Imin merespons dengan mengangkat tangannya. Acara puncak HUT ke-28 PAN ini mengusung tema ‘Gerak Cepat Bantu Rakyat’.