Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait wacana penggratisan biaya pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Brian menyebut bahwa Presiden Prabowo sendiri telah meminta kajian mengenai kemungkinan ini sejak beberapa waktu lalu.
“Kami tentu akan menindak lanjuti arahan Bapak Presiden. Sebetulnya, sejak beberapa waktu lalu Bapak Presiden juga sudah meminta kami untuk melakukan kajian terhadap kemungkinan menggratiskan biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri,” ujar Brian kepada wartawan pada Minggu (20/9/2026).
Brian menjelaskan bahwa kajian yang sedang dilakukan mencakup berbagai opsi skema pembiayaan. Hasil dari kajian ini nantinya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo untuk didiskusikan lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Saat ini, pemerintah telah menyediakan berbagai program dukungan pembiayaan bagi mahasiswa, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan program beasiswa lainnya. Menurut Brian, pada tahun 2025, sekitar 28,2 persen mahasiswa baru yang diterima di PTN telah menerima dukungan melalui skema-skema tersebut, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Semangatnya sama: bagaimana kita semakin membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia,” tambah Brian.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan niatnya untuk menggelar rapat terbatas membahas biaya pendidikan di institusi negeri. Dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JCC, Jakarta, Jumat (18/9/2026), Prabowo menegaskan bahwa biaya pendidikan di sekolah negeri hingga universitas negeri seharusnya digratiskan.
Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah selama dua tahun terakhir terus berupaya mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi rakyat. Ia mengakui bahwa kesibukan kerja tersebut terkadang membuatnya dituduh kurang berkomunikasi.
“Keberhasilan kita banyak karena kita kerja terus kita kerja terus dua tahun ini. Hampir kita, memang akhirnya kita dituduh kurang berkomunikasi. Kurang berkomunikasi, karena kita kerja terus kita ngejar rakyat tidak bisa menunggu lagi,” kata Prabowo.
Presiden kemudian mengutarakan rencana untuk segera mengadakan rapat terbatas guna membahas pendidikan gratis di sekolah dan universitas negeri. Ia menekankan pentingnya biaya pendidikan yang gratis.
“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” ungkapnya.
Menyinggung mengenai sumber anggaran untuk mewujudkan pendidikan gratis tersebut, Prabowo mengusulkan agar dana yang dikorupsi dikembalikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
“Nanti, nanti, nanti akan nanti akan ada yang bertanya. ‘Dari mana uangnya?’ Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri,” tuturnya.