JAKARTA – Purbaya Yudhi Sadewa masih menjalani rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Senin (14/9/2026) siang, sebelum akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan. Momen tak terduga terjadi ketika sebuah panggilan telepon masuk untuk Purbaya, yang menyebabkan rapat tersebut terpaksa dihentikan sementara.
Rapat yang dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bank Indonesia ini diselenggarakan di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta. Saat itu, Purbaya masih memaparkan berbagai materi terkait posisinya sebagai Menteri Keuangan, termasuk pembahasan mengenai surat utang pemerintah.
Di tengah paparannya, Purbaya disela oleh salah satu pimpinan rapat DPD RI. Pimpinan tersebut mengumumkan bahwa rapat perlu diskors karena ada panggilan telepon untuk Purbaya. “Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men… (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya… ada… (suara tidak jelas),” ujar pimpinan tersebut kepada Purbaya.
Purbaya kemudian menghentikan presentasinya dan meminta jajarannya untuk menindaklanjuti panggilan telepon tersebut. Siaran YouTube DPD RI menunjukkan rapat dihentikan selama beberapa menit. Setelah jeda, sesi paparan dilanjutkan oleh Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard.
Secara terpisah, pada sore hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dengan Presiden Prabowo memimpin pembacaan sumpah jabatan. “Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Prabowo yang diikuti oleh Suahasil.