Stasiun LRT Manggarai Dibangun Tinggi, Jakpro Jelaskan Alasan Keselamatan

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memberikan penjelasan mengenai pembangunan Stasiun LRT Jakarta Manggarai yang memiliki ketinggian signifikan. Posisi stasiun yang dibangun cukup tinggi ini merupakan penyesuaian terhadap kondisi jalur kereta api yang berada tepat di bawahnya.

VP Corporate Secretary Jakpro, Muhamad Alfin Rinaldyansyah, menyatakan bahwa ketinggian Stasiun LRT Jakarta Manggarai telah ditetapkan berdasarkan perencanaan dan kajian teknis sejak awal pembangunan. “Ketinggian Stasiun LRT Jakarta Manggarai dibangun berdasarkan perencanaan dan kajian teknis yang telah ditetapkan sejak awal,” kata Alfin.

Menurut Alfin, posisi stasiun yang berada di atas jalur kereta api double track menuntut penyesuaian struktur LRT dengan kondisi lapangan. “Posisi stasiun yang berada di atas jalur kereta api double track membuat struktur LRT perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Alfin menjelaskan bahwa penyesuaian ketinggian ini bertujuan untuk memenuhi standar keselamatan yang ketat. Hal ini juga penting untuk memastikan adanya jarak bebas atau clearance yang memadai antara jalur LRT dan jalur kereta api di bawahnya. “Penyesuaian ketinggian tersebut dilakukan untuk memenuhi standar keselamatan dan memastikan jarak bebas (clearance) yang memadai antara jalur LRT dan jalur kereta api di bawahnya,” jelasnya.

Dengan desain yang telah disesuaikan, Jakpro memastikan bahwa operasional LRT Jakarta dapat berjalan dengan aman dan tidak akan mengganggu perjalanan kereta api yang melintas di jalur bawah. “Dengan demikian, operasional LRT dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan tidak mengganggu perjalanan kereta api,” pungkasnya.

Ketinggian jalur layang LRT di kawasan Manggarai sendiri berkisar antara 28 hingga 36 meter. Stasiun ini memiliki tiga lantai, yang mengharuskan penumpang mengatur waktu perjalanan mereka dengan baik.

Bagi penumpang yang ingin menuju peron, terdapat beberapa pilihan seperti eskalator, tangga manual, atau lift. Perjalanan dari lantai dasar, yang dilengkapi gerbang tiket tap in dan tap out, menuju peron dapat ditempuh dengan tiga kali naik eskalator. Berdasarkan perhitungan waktu, dibutuhkan sekitar 4 menit bagi penumpang untuk sampai ke peron.

Bagi penumpang prioritas, seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas, tersedia lift yang dapat digunakan dari lantai dasar untuk naik dan turun ke peron.

Tinggalkan komentar