Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan teknologi robot bawah air atau remotely operated vehicle (ROV) untuk membantu proses pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tenggelam di dasar laut. Penggunaan ROV ini bertujuan untuk memberikan gambaran detail kondisi di dalam bangkai kapal sebagai acuan bagi tim penyelam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator, menjelaskan bahwa ROV diturunkan untuk menelusuri lorong-lorong di dalam kapal. Data yang diperoleh dari pemantauan ROV kemudian menjadi dasar bagi para penyelam dalam melaksanakan pencarian korban.
“Tadi setelah pantauan menggunakan ROV, kemudian penyelam bekerja sesuai hasil ROV. ROV menelusuri lorong-lorong di kapal,” kata I Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedelapan kecelakaan KM Virgo Transport 8, dilansir Antara, Senin (21/9/2026).
Sebelumnya, pemanfaatan ROV sempat terhambat akibat arus laut yang kencang, memaksa peralatan tersebut diangkat kembali. Tim penyelam juga menghadapi kendala serupa karena arus bawah laut yang mencapai sekitar tiga knot, batas risiko yang membahayakan bagi keselamatan penyelam.
“Setelah ada gambaran dari ROV, di sela-sela kondisi arus yang sempat tenang siang hari tadi, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan penyelaman. Waktu yang tersedia terbatas sehingga hanya satu korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Basarnas berencana kembali menurunkan ROV lebih awal pada operasi SAR hari kesembilan. Putu berharap kondisi cuaca yang lebih baik dapat mendukung optimalisasi kerja penyelam dalam melanjutkan pencarian korban di dalam bangkai kapal.
“Besok (hari Senin) akan kita turunkan lagi ROV lebih awal. Karena gambaran bawah laut di dalam kapal sudah kita dapat,” ujarnya.
Pada operasi SAR hari kedelapan, Basarnas mengerahkan dua unsur, helikopter Basarnas, delapan kapal besar, dan dua kapal kecil untuk memaksimalkan upaya pencarian korban yang belum ditemukan.
Sementara itu, operasi salvage atau pengangkatan badan kapal masih dalam proses yang ditangani oleh pihak perusahaan dan asuransi.
1 Orang Ditemukan Terjebak di Kapal Virgo
Sebelumnya, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) yang terdiri dari enam personel dikerahkan untuk mencari korban yang diduga terjebak di dalam Kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Dalam proses pencarian tersebut, Basarnas berhasil menemukan satu korban.
Kepala Basarnas M Syafii menyatakan bahwa pencarian dilakukan pada Minggu (20/9/2026). Korban yang ditemukan kini telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan.
“Korban ditemukan oleh penyelam BSG Basarnas saat melakukan pencarian di dalam badan kapal. Setelah berhasil ditemukan, korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk proses penanganan lebih lanjut,” kata Syafii dalam keterangannya.