Prabowo Tak Tutup Peluang Reshuffle Kabinet, NasDem Tegaskan Tak Berhak Ikut

Presiden Prabowo Subianto tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada momentum dua tahun masa pemerintahannya. Pernyataan ini muncul seiring dengan evaluasi kinerja para menterinya yang dianggap telah memiliki waktu yang cukup untuk membuktikan kemampuan mereka.

Menanggapi hal tersebut, Partai NasDem melalui Sekjennya, Hermawi Taslim, menyatakan bahwa perombakan kabinet merupakan kewenangan tunggal Presiden. Ia juga menegaskan bahwa NasDem merasa tidak berhak untuk mengisi posisi di kabinet Prabowo, meskipun akan terus memberikan dukungan penuh hingga akhir periode.

“Merombak kabinet adalah kewenangan tunggal Presiden, beliau yang paling tahu setelah mengevaluasi seluruh pembantunya,” ujar Hermawi Taslim dalam keterangannya, Jumat (18/7/2026).

Hermawi menambahkan, NasDem mendukung penuh Pemerintahan Prabowo hingga akhir periode, salah satunya melalui kontribusi 2.200 anggota legislatifnya yang tersebar di seluruh tingkatan pemerintahan. Mengenai peluang masuk kabinet, Hermawi menekankan bahwa NasDem ingin memberikan pelajaran moral dan etika kepada publik.

“NasDem merasa tidak berhak untuk ikut dalam kabinet karena NasDem tidak ikut berkeringat dalam proses pilpres hingga terpilihnya Presiden Prabowo,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hermawi menegaskan bahwa NasDem ingin menunjukkan kepada publik bahwa partai tersebut memiliki etika yang baik dalam berpolitik, dan politik bagi NasDem bukan semata-mata tentang kekuasaan.

“NasDem dengan sepenuh hati ingin menunjukkan kepada publik bahwa NasDem masih memiliki etika yang baik soal kepantasan dan ketidakpantasan. Politik bagi NasDem bukan sekadar kekuasaan mengejar kursi tapi juga soal kepantasan dan ketidakpantasan dalam etika publik,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam program wawancara “Prabowo Menjawab” pada Rabu (16/9/2026) merespons pertanyaan mengenai tingkat kepuasan terhadap kinerja jajaran menterinya dan peluang reshuffle kabinet.

“Jadi begini, kalau saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tetapi saya katakan juga kepada tim, ingat ya ibarat kita kesebelasan sepak bola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus pada hal yang mendasar,” jawab Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa ada beberapa kementerian yang tidak berada di garis depan namun tetap bekerja sesuai inisiatif masing-masing. Ia juga mengindikasikan bahwa reshuffle bisa dilakukan untuk menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, atau jika ada kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan.

“Jadi, kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi. Dan kalau ada yang mungkin dia nggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang bener,” katanya.

Prabowo juga tidak menampik kemungkinan adanya reshuffle jika seorang menteri melakukan kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan, bahkan jika itu terkait dengan proses hukum.

Menanggapi pertanyaan mengenai momentum dua tahun pemerintahan, Prabowo menilai bahwa waktu tersebut logis untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja anggota kabinet.

Tinggalkan komentar