Ponorogo, Jawa Timur – Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor yang digelar di Ponorogo, Jawa Timur. Dalam acara tersebut, Prabowo menerima sorban dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Al-Sattari, dan menyampaikan keprihatinannya atas kondisi terkini di Palestina.
Saat memberikan sambutan, Prabowo menyapa sejumlah tamu undangan, termasuk perwakilan dari Suriah, Yaman, dan Palestina. Abdalfatah Al-Sattari kemudian menunjukkan sorban yang dimilikinya dan memberikan kepada Prabowo sebagai simbol dukungan.
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap penderitaan masyarakat Palestina. “Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ujar Prabowo.
Menurutnya, situasi di Palestina seharusnya menjadi motivasi bagi Indonesia untuk terus memperkuat diri. Ia mengajak para tokoh agama, pendidik, dan santri untuk mendorong generasi muda agar belajar dengan sungguh-sungguh demi membangun bangsa yang kuat.
“Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak, kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” tegasnya.
Prabowo mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah, termasuk pengalaman pahit saat Indonesia pernah dijajah. Ia menekankan agar bangsa Indonesia berani mengakui kelemahan dan kekurangan diri untuk tidak terulang kembali.
“Kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, ya, pendahulu-pendahulu kita ya berjuang, ya melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain. Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui, dan kita harus belajar dari situ, dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun!” serunya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan bangsa Indonesia sangat penting, tidak hanya untuk pertahanan diri tetapi juga untuk dapat membantu bangsa lain yang tertindas. “Kita harus kuat, karena kita dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang ditindas atau tertindas bangsa lain, kalau kita tidak punya kekuatan bagaimana kita membantu,” pungkasnya.