JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga negara ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari ini, Selasa (22/9/2026). Salah satu agenda utama yang akan dibahas adalah mengenai perkembangan industri Tekstil dan Produksi Tekstil (TPT) serta industri sepatu.
Sejumlah pejabat terlihat mulai berdatangan ke Istana Kepresidenan sejak pukul 12.50 WIB. Di antara mereka yang hadir adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, Menkeu Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala BRIN Arif Satria, dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengonfirmasi bahwa rapat tersebut akan membahas industri tekstil dan sepatu. Ia menyatakan bahwa BRIN akan memaparkan riset dan inovasi yang dapat menunjang penguatan industri tekstil nasional.
“Rapat berkaitan dengan industri tekstil ya, dan juga industri sepatu. Jadi kita dengan nanti dengan Pak Menko dan juga dengan beberapa menteri akan mendiskusikan berbagai isu, dan tentu kami diundang terkait dengan riset dan inovasi apa yang bisa menunjang untuk penguatan industri tekstil,” ujar Arif.
Arif menambahkan, BRIN telah memaparkan inovasi mesin yang dapat dimanfaatkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mesin tersebut diklaim mampu memproduksi kain organik dengan memanfaatkan limbah daun nanas. Selain itu, BRIN juga memiliki inovasi dalam pengolahan limbah tekstil serta penciptaan material baru untuk pakaian anti-bakteri dan anti-UV.
“Dan saya kira masih banyak lagi inovasi-inovasi lain yang dimiliki oleh BRIN, termasuk kalau tekstil baik pengolahan limbah ya, maupun dari maupun penciptaan material-material baru yang bisa membuat pakaian anti-bakteri ya, anti-UV, dan saya kira ini inovasi ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri tekstil kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arif menyampaikan bahwa BRIN juga sedang menyiapkan program pembuatan sepatu bagi siswa yang tidak mampu. Sepatu yang dihasilkan diharapkan awet, nyaman, dan terjangkau.
“Karena itu Bapak Presiden sangat berharap agar kebutuhan siswa yang kurang mampu itu bisa dipenuhi ya, dengan riset dan inovasi yang memang cocok untuk mereka. Nah, sehingga kita memang dalam melakukan riset harus ada value, harus ada keberpihakan ya, persoalan-persoalan yang dihadapi saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus bener-bener dicarikan solusinya,” kata Arif.
Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, turut membenarkan agenda rapat yang akan membahas industri tekstil dan produk tekstil (TPT) bersama Presiden.
“Iya iya, di antaranya (membahas TPT). Nanti, ya kan baru mau pembahasan ya,” kata Rosan.