Prabowo: Kunci Kemandirian Bangsa Ada pada Kesejahteraan Rakyat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memaparkan strategi fundamental dalam membangun sebuah bangsa yang tangguh dan mandiri saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di India. Menurutnya, kunci utama terletak pada kemampuan untuk memastikan rakyatnya tercukupi kebutuhan pangan dan memiliki kesempatan untuk mencapai kesejahteraan.

KTT ke-18 BRICS 2026 diselenggarakan di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada hari Sabtu (12/9). Acara ini dihadiri oleh para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri India Sri Narendra Modi, Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta kepala negara dan pemerintahan dari berbagai negara, utamanya dari belahan bumi selatan.

Prabowo mengawali pidatonya dengan merujuk pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955, di mana suara negara-negara yang baru merdeka di belahan bumi selatan mulai diperhitungkan. Ia menekankan bahwa persatuan di antara negara-negara tersebut memberikan kekuatan kolektif yang memungkinkan kepentingan mereka untuk dilindungi dan diperjuangkan.

“Kepentingan kami dapat lebih terlindungi dan diperjuangkan. Pelajaran ini tetap sangat penting. Dengan bersatu, kami juga menjadi lebih kuat,” ujar Prabowo saat sesi terbatas KTT BRICS, yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (13/9/2026).

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa berasal dari fondasi internal yang kuat, yaitu kesejahteraan rakyatnya. Hal ini mencakup pemenuhan kebutuhan pangan, penyediaan energi, kualitas pendidikan bagi generasi muda, dan kesempatan yang luas bagi seluruh rakyat untuk meraih kemakmuran.

“Kekuatan selalu berawal dari rumah, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat kita, untuk menyediakan energi yang mereka butuhkan, untuk mendidik anak-anak kita, dan untuk memberi mereka kesempatan untuk sejahtera. Itulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tegasnya.

Dalam forum KTT BRICS, Prabowo juga menegaskan sikap Indonesia yang tidak ingin tunduk pada dominasi kekuatan mana pun. Ia menekankan pentingnya ketangguhan nasional sebagai prasyarat kemandirian sejati, yang akan memperkuat landasan untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan antarnegara.

“Dengan fondasi yang begitu kuat, saya yakin BRICS akan terus memperkuat kerja sama di bidang-bidang yang berdampak langsung pada ketangguhan kita. Energi adalah salah satu contoh nyata. Kami sedang menghubungkan sistem energi dan memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan kami untuk menggerakkan ekonomi serta membangun ketangguhan jangka panjang,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar