JAKARTA – Pembangunan lanjutan Jalan Lingkar Utara Kota Solok dipastikan akan segera berjalan setelah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait hal tersebut. Melalui Inpres Jalan Daerah, pemerintah pusat mengalokasikan dana senilai Rp 49 miliar untuk tahap awal proyek infrastruktur ini.
Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, saat meninjau langsung ruas Jalan Lingkar Utara di depan Kantor KAN Laing, Kota Solok, pada Jumat (18/9/2026). Peninjauan tersebut dihadiri pula oleh Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal, Bupati Solok Jon Firman Pandu, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Kementerian PUPR, Elsa Putra Friandi.
Andre Rosiade menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama akan difokuskan pada satu jalur dengan panjang sekitar 2,5 kilometer. Berdasarkan informasi dari BPJN Sumbar, proses lelang proyek ini ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026, dengan pekerjaan fisik paling lambat dimulai pada November 2026.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama Pak Wali Kota Solok, Pak Wakil Wali Kota Solok, Bupati Solok, lalu Pak Kepala Balai dan jajaran, ingin menyampaikan kabar gembira untuk warga Kota Solok. Alhamdulillah perjuangan Pemerintah Kota Solok berhasil, Pemerintah Pusat melalui Inpres Jalan Daerah mengucurkan anggaran Rp 49 miliar untuk memulai tahap pertama pembangunan Lingkar Utara Kota Solok,” ujar Andre dalam keterangannya.
Menurut Andre, pembangunan Jalan Lingkar Utara ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut proyek ini sebagai persembahan pembangunan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Kota Solok.
“Ini merupakan komitmen Pemerintah Pak Prabowo, mempersembahkan pembangunan yang diidam-idamkan oleh masyarakat Kota Solok dan juga Pemerintah Kota Solok. Presiden Prabowo memberikan persembahan terbaik, kado pembangunan Inpres Jalan Daerah Lingkar Utara Kota Solok untuk masyarakat Kota Solok,” tegasnya.
Andre menambahkan bahwa pembangunan tahun ini merupakan fase awal. Jalur lainnya ditargetkan akan diselesaikan melalui Inpres Jalan Daerah pada tahun 2027. “Dengan demikian, pembangunan dilakukan secara bertahap hingga konektivitas Jalan Lingkar Utara dapat berfungsi secara optimal. Insyaallah jalur sebelahnya akan kita selesaikan melalui Inpres Jalan Daerah tahun 2027,” tuturnya.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasinya atas rencana pembangunan tersebut. Ia memaparkan bahwa Jalan Lingkar Utara memiliki panjang keseluruhan sekitar 8,4 kilometer. Pekerjaan lanjutan yang akan dikerjakan saat ini mencakup sekitar 2,5 kilometer dengan estimasi total biaya sekitar Rp 83 miliar hingga tuntas.
“Pada tahun ini Kementerian PU melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah mengalokasikan Rp 49 miliar 900 juta. Mudah-mudahan pelaksanaan teknis yang direncanakan tendernya pada Oktober 2026 ini dapat berjalan lancar,” kata Ramadhani.
Ramadhani menambahkan bahwa ruas jalan tersebut telah lama menjadi perhatian masyarakat karena pembangunannya terhenti sejak 2012. Oleh karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah pusat ini dinilai menjadi momentum penting untuk melanjutkan pembangunan yang diharapkan dapat membuka kawasan pertumbuhan ekonomi baru.
Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa pekerjaan akan melalui proses pemilihan penyedia dan direncanakan menggunakan skema multiyears. Pekerjaan tersebut ditargetkan dimulai paling lambat November 2026 dan selesai sekitar Juni 2027.
Elsa menyebutkan bahwa kebutuhan akhir Jalan Lingkar Utara sebenarnya adalah empat lajur. Namun, karena keterbatasan anggaran Inpres Jalan Daerah, pembangunan saat ini difokuskan terlebih dahulu untuk dua lajur atau satu jalur.
Andre Rosiade menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya dilihat dari sisi fisik, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang akan muncul setelah akses tersebut tersambung. Menurut politikus Gerindra ini, yang terpenting adalah terbukanya konektivitas sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat bergerak.
“Yang penting tembus. Ekonomi berjalan. Ekonomi bergerak. Terima kasih Bapak Presiden,” tutup Andre.