JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen. Pol. Aan Suhanan, yang akrab disapa Wibowo, menyatakan bahwa tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, yaitu “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri”, sangat selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dikenal sebagai Asta Cita.
Pernyataan ini disampaikan Wibowo saat memberikan sambutan di Hotel Bidakara pada Jumat (25/9/2026). Ia menjelaskan bahwa Korlantas Polri tengah gencar melakukan transformasi digital, yang merupakan salah satu tindak lanjut dari kebijakan Presiden RI melalui program Asta Cita.
“Yang mana telah ditegaskan arah pembangunan Polri yang berintegritas, adil, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Wibowo dalam sambutannya.
Wibowo menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan pesan penting kepada jajaran kepolisian mengenai pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dan memperkuat sinergi, khususnya dalam perayaan HUT Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2026. Ia menekankan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dan harus terus berupaya memperbaiki diri.
“Hal tersebut tentunya sejalan dengan program prioritas Bapak Kapolri dan juga sesuai dengan tema kita hari ini, yaitu: ‘Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri’,” tegasnya.
Menurut Wibowo, tema yang diusung pada usia 71 tahun ini bukan sekadar slogan. Ia memandang tema tersebut sebagai komitmen nyata untuk menghadirkan Polisi Lalu Lintas yang mengedepankan prinsip prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
“Polantas yang mampu menyelesaikan setiap potensi permasalahan yang akan timbul, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. Transparan dalam pelayanan dan penegakan hukum, serta profesional dan berkeadilan dalam setiap tindakan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, “Inilah potret dan wajah Polantas yang ingin selalu kita bangun modern dalam teknologi, profesional dalam bekerja, humanis dalam melayani, tegas dalam menegakkan hukum, dan tentunya juga berintegritas dalam pengabdian.”
Dalam kesempatan tersebut, Wibowo juga melaporkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengenai sebuah program inovatif yang telah diluncurkan oleh Korlantas, yakni program Polantas KARIB. Program ini merupakan akronim dari Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas.
“Program Polantas KARIB, yaitu Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas. Polantas harus hadir sebagai mitra masyarakat untuk mendengar, memahami, dan juga mampu memberikan solusi yang tepat. Kita juga harus mampu melibatkan seluruh komunitas pengguna jalan, termasuk para pengemudi ojek daring, angkutan umum, logistik, komunitas otomotif, dan tentunya juga masyarakat secara keseluruhan,” paparnya.
Wibowo meyakini bahwa seluruh elemen masyarakat pengguna jalan bukanlah sekadar objek pengaturan lalu lintas semata. Ia berpandangan bahwa mereka adalah bagian integral dari solusi dan merupakan pelopor keselamatan berlalu lintas.