PKS Nilai Pernyataan Prabowo soal Reshuffle Kabinet Tunjukkan Kebutuhan Perbaikan

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyinggung peluang adanya perombakan kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Menanggapi hal tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai pernyataan ini mengindikasikan adanya aspek dalam kabinet yang perlu diperbaiki.

Sekretaris Jenderal PKS, M. Kholid, menyatakan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. “Intinya kan presiden menilai ada yg perlu diperbaiki agar kinerja kabinet semakin baik lagi ke depannya,” ujar Kholid saat dihubungi pada Jumat (18/9/2026).

Ia menambahkan, perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan program pemerintah sehingga semakin memenuhi harapan masyarakat Indonesia. Kholid juga secara khusus menyoroti kinerja Menteri Ketenagakerjaan yang diusulkan PKS, Yassierli. Menurutnya, Presiden Prabowo kerap memuji kinerja Yassierli.

“Setahu saya, alhamdulillah, Prof Yassierli sebagai Menteri Ketenagakerjaan yang diusulkan oleh PKS, dalam berbagai kesempatan, pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo bahwa beliau bekerja sangat baik,” ungkap Kholid.

Kholid menegaskan bahwa PKS tidak dalam posisi meminta tambahan kursi di kabinet. Namun, ia menyatakan kesiapan PKS jika Presiden Prabowo kembali memberikan kepercayaan kepada kadernya untuk membantu jalannya pemerintahan.

“Perlu dipahami bahwa kami dalam kapasitas tidak meminta jabatan atau posisi di kabinet ya. Tapi jika Presiden Prabowo berikan kepercayaan untuk membantu beliau di kabinet, insyallah kader-kader PKS siap memenuhi panggilan tugas negara tersebut,” tuturnya.

Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet

Sebelumnya, Presiden Prabowo tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perombakan kabinet pada momentum dua tahun masa jabatannya. Prabowo berpendapat bahwa anggota kabinet seharusnya sudah memiliki waktu yang cukup untuk membuktikan kinerja mereka.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam program wawancara “Prabowo Menjawab” pada Rabu (16/9/2026). Ia ditanya mengenai evaluasi kinerja menterinya dan potensi reshuffle.

Menjawab pertanyaan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa evaluasi timnya dilakukan secara terus-menerus. “Sampai sekarang secara objektif, ya, saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tetapi saya katakan juga kepada tim, ingat ya ibarat kita kesebelasan sepak bola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus pada hal yang mendasar,” jelasnya.

Prabowo menerangkan bahwa ada beberapa kementerian yang tidak berada di garis depan namun bekerja sesuai inisiatif masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, serta melakukan pergantian jika ada kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan.

“Jadi, kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi. Dan kalau ada yang mungkin dia nggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang bener,” kata Prabowo.

Ia juga menyinggung kemungkinan adanya reshuffle jika seorang menteri bermasalah. “Atau dia sendiri yang ada masalah ya kita nggak hindari kan. Seperti saya nggak tau ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, ‘Pak, ini..’, ya kan. ‘Pejabat ini begini, begini, begini’. Ya, gimana saya ya kan. Apa kami diizinkan untuk menahan. ‘You ada bukti? Kalau ada bukti, silakan’, saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia,” lanjutnya.

Menanggapi hal ini, Prabowo menganggap momentum menjelang dua tahun pemerintahan sebagai waktu yang logis untuk melakukan evaluasi. “Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, 2 tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar