Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari dengan 20 Kapal

Sebanyak 20 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Operasi SAR yang telah memasuki hari ke-8 ini menyisir area seluas 3.962 nautical mile persegi.

Kepala Sub-bagian Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyatakan bahwa pengerahan 20 kapal pada hari ini merupakan jumlah terbanyak selama proses pencarian berlangsung. “Luas area pencarian hari ini untuk tim yaitu 3.962 nautical mile persegi. Untuk pembagian sektornya kita bagi di 5 sektor. Kemudian alut (alat utama) yang terlibat itu ada 20 kapal,” jelas Rizky pada Selasa (15/9/2026).

Informasi cuaca dari BMKG menyebutkan bahwa kondisi di Selat Sunda hari ini berawan dengan ketinggian gelombang antara 0,5 hingga 2,5 meter yang bergerak ke arah timur laut. Angin bertiup dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 5 hingga 20 knot.

Sementara itu, Badan Geologi melaporkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau tertutup kabut, sehingga asap tidak dapat teramati. Pengamatan kegempaan menunjukkan adanya aktivitas vulkanik dangkal dengan tremor yang terus-menerus.

Adapun rincian kapal yang terlibat dalam operasi SAR meliputi 3 kapal KN SAR, 2 RIB dari Basarnas, 4 unit KRI, 2 unit KAL, 1 unit RBB dari TNI Angkatan Laut, serta 8 unit kapal dari Polairud Polri.

Meskipun belum membuahkan hasil, tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang waktu pencarian selama tiga hari ke depan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa evaluasi operasi SAR hari ketujuh masih nihil, namun berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Gubernur, pencarian akan dilanjutkan.

Al Amrad menambahkan bahwa setiap upaya pencarian dilakukan berdasarkan perhitungan data dari BMKG dan PVMBG. Pihaknya akan tetap menerjunkan armada yang sudah siaga selama masa perpanjangan pencarian. “Seperti biasanya tadi kita sudah sampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh kita evaluasi kembali apa yang menjadi tantangan kita dan objek yang mana yang belum kita lalui,” pungkas Al Amrad.

Tinggalkan komentar